Tian menciptakan manusia ke dunia ini, selain sebagai mahluk individu juga sebagai mahkluk sosial. Manusia yang merupakan mahluk sosial tersebut, agar dapat tumbuh dan berkembang, haruslah berinteraksi kepada manusia lain dengan cara bersikap tolong-menolong dan adanya rasa peduli terhadap sesama manusia.

Sikap peduli dapat diartikan tindakan melibatkan diri kita dalam persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi di sekitar kita. Perilaku kepedulian terhadap kesusahan atau penderitaan orang lain akan menghasilkan nilai–nilai positif dan membawakan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Hal ini disabdakan Nabi Kongzi di dalam kitab Lun Yu: Jilid VI: 30. “Seorang yang berperi cinta kasih ingin dapat tegak, maka berusaha agar orang lain pun tegak; ia ingin maju, maka berusaha agar orang lain nopun maju.”

Sesungguhnya banyak kesempatan bagi kita untuk berbuat cinta kasih dan memberi kepada orang, tanpa harus mempertimbangkan melihat jauhnya jarak dan keberadaan tempat. Perbuatan memberi merupakan sifat dasar manusia yang difirmankan Tian kepada manusia terkait hal ini manusia sebagai mahluk sosial.

Bila ada kesempatan untuk memberi, janganlah menunda untuk berbuat kebajikan. Lakukanlah dari hal yang sederhana atau kecil, apabila ada kelebihan harta dan tenaga dapat kiranya  dilakukan perbuatan bajik kepada hal lebih besar.

Renungkan dan hayati ayat dalam Kitab Sishu pada bagian Mengzi: Jilid I B: 12 “…apa yang keluar dari kamu akan kembali kepadamu…”, “…apa yang datang darimu akan kembali kepadamu…”. Jadikanlah ayat ini sebagai landasan untuk kita berbuat kebajikan. Namun, jangan diartikan perilaku kebaikan yang dilakukan untuk mengharapkan menerima kembali. Lakukan dengan landasan tulus dan ikhlas tanpa harus mengarapkan balasan, memberipun tidak selalu dengan materi atau dalam bentuk uang.

Seorang penyair hebat dunia dari Lebanon, Khalil Gibran pernah berkata “Bila engkau memberi dengan hartamu, tiada banyaklah pemberianmu. Bila engkau memberi dari dirimu, itulah pemberian yang penuh arti.” Banyak yang dapat kita lakukan untuk memberi, seperti memberi; maaf, ucapan terimakasih, senyuman, waktu, perhatian, pemikiran, pengertian, pujian, dan masih banyak hal lagi untuk memberi. 

Ada satu ayat dalam Kitab Sishu bagian Lunyu Jilid IV; 25, Nabi bersabda ”Kebajikan tidak akan terpencil, ia pasti beroleh tetangga”. Ayat ini dapat dimaknai bahwa bagi seseorang yang suka berbuat kebajikan akan mendapatkan banyak saudara yang tentunya akan mendapatkan banyak keberkahan dan rezeki yang tidak berkesudahan. Bahkan hal ini telah dijanjikan Tian kepada umat Khonghucu yang tertulis di dalam Kitab Sucinya, “Barang siapa yang berbuat kebajikan akan diturunkan beratus-ratus keberkaan, namun sebalik siapa yang berbuat jahat akan mendapatkan beratus-ratus kedukaan”.

Sedangkan di dalam kitab Sishu bagian Mengzi Bab. VII B: 33 ayat 4, disebutkan pula bahwa “Menjalankan kebajikan jangan ragu- ragu, dan jangan sekedar untuk mendapatkan upah.” Jadi jelaslah dari ayat-ayat tersebut, bahwa memberi harus berlandaskan ketulusan hati dan jaganlah ragu serta berharap mendapatkan imbalan dari orang yang telah kita bantu.

Sadarilah, dengan kita memberi, sebenarnya bukan hanya sekedar membantu orang lain, akan tetapi sedang membantu diri sendiri menjadi manusia yang lebih berguna. 

Hidup yang kita peroleh dari Tian ini hanya sekali dan singkat. Selama kita masih diberikan kehidupan oleh Tian,  marilah berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan! 

Menaburlah segala kebaikan untuk orang lain dalam bentuk apapun. Mengenai hasil mendapatkan keberkahan, berseralah kepada Tian. Shanzai. (Suryani (Ketua PERKHIN Pusat).

Sumber: kemenag.go.id

Bagikan

Komentar Anda

komentar