Pemuda merupakan pihak yang menjadi tumpuan terciptanya perdamaian dunia. Penguasaan pemuda terhadap teknologi dan informasi, semestinya menjadi kekuatan generasi ini untuk menjaga harmoni kehidupan masyarakat, termasuk bagi bangsa-bangsa di ASEAN. 

Pemikiran ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Keynote Speech nya pada ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2021. Menag yang mewakili Wakil Presiden KH. Makruf Amin ini hadir secara virtual dalam forum yang dihadiri ratusan pemuda dari negara-negara ASEAN. 

Menag mengungkapkan, saat ini di berbagai belahan dunia telah banyak terjadi perubahan yang serba cepat pada bidang sains, teknologi, dan informasi yang memberikan dampak pada sektor politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta agama. 

Di sinilah, lanjut Menag, pemuda diharapkan untuk berkontribusi nyata dalam perubahan. “Khususnya di negara ASEAN, pemuda memiliki peran penting untuk merespon setiap perubahan dan tantangan yang dihadapi,” Selasa (12/10/2021). 

Menurut Menag, perkembangan sains yang terjadi perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai agama, sehingga dapat membawa kemaslahatan. Ia pun mengutip pernyataan seorang cendekiawan muslim asal Turki, Said Nursi. 

“Nursi pernah menyatakan ‘pikiran harus diterangi dengan ilmu pengetahuan, dan hati perlu diterangi dengan agama. Ketika dua hal ini digabungkan, kebenaran akan terungkap. Namun ketika dipisahkan, akan ada fanatisme pada yang pertama dan timbul keraguan pada yang terakhir,” ujar Menag yang menyampaikan paparannya dalam Bahasa Inggris. 

Karenanya, Menag mendukung AYIC 2021. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung sejak 11-15 Oktober 2021 ini akan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kehidupan keberagamaan di wilayah ASEAN. 

“Kita juga percaya, negara-negara ASEAN akan menjadi lebih kuat dan berkembang bila masyarakatnya hidup dalam harmoni dan damai,” kata Menag. 

Pemuda diyakini sebagai pihak yang dapat berperan sebagai duta perdamaian, harmoni, dan toleransi. Perkembangan teknologi harus bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama. 

“Untuk memenuhi tujuan ini, generasi muda harus memiliki kepekaan dan pemahaman komprehensif terkait dengan teknologi serta dampaknya terhadap sosial, ekonomi, dan fakta keberagamaan dalam masyarakat,” tuturnya. 

“Akhirnya saya berharap apa yang sedang kita lakukan dan kontribusikan ini menjadi warisan dengan menyebarkan sikap saling menghormati dan perdamaian bagi kemanusiaan,” tutup Menag.

Sumber: kemenag.go.id

Bagikan

Komentar Anda

komentar