Warga Afganistan kini berada dalam situasi mencekam setelah negara itu dikuasai Taliban.

Berkaca pada catatan masa lalunya yang penuh kekerasan dan pelanggaran HAM, dikhawatirkan kelompok militan itu akan mengulangi perbuatannya. Termasuk pula memberangus hak-hak perempuan untuk bekerja dan mendapatkan pendidikan yang layak.

Tak heran, banyak yang berupaya melakukan eksodus untuk keluar dari negara itu demi terhindar dari pemerintahan Taliban. Jutaan warga Afganistan berusaha mencari suaka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Direktur Eksekutif Wanita PBB, Phumzile Mlambo-Ngcuka menyerukan kepada warga dunia untuk memberikan dukungan kepada Afganistan.

“Tolong sejenak pikirkan orang-orang, perempuan dan anak perempuan Afganistan. Sebuah tragedi terbentang di depan mata kita,” cuitnya via Twitter.

Sebagai aksi nyata atas simpati kita pada tragedi negara tersebut, ada lima cara yang bisa kita lakukan yakni:

Berdonasi untuk bantuan kemanusiaan
Kita bisa memberikan dukungan dengan berdonasi pada sejumlah organisasi kemanusiaan yang menyalurkan bantuan ke Afganistan. Beberapa organisasi tersebut antara lain UNHCR, Women for Afghan Women dan Doctors Without Borders.

Organisasi-organisasi ini bekerja untuk melindungi warga yang berada dalam bahaya, memberikan akses ke bantuan dalam bentuk dukungan medis, makanan, dan akses ke tempat perlindungan, dan telah beroperasi di Afganistan selama beberapa tahun terakhir.

Memang belum ada kepastian apakah sejumlah organisasi kemanusiaan ini akan tetap bertahan di Afganistan dengan perubahan kondisi ini.

Namun banyak yang telah menyatakan minatnya untuk membantu melindungi komunitas rentan dengan kebebasan dan kemampuan terbaik mereka untuk melakukannya.

Mendukung media dan jurnalis perempuan
Wartawan perempuan di Afganistan berada dalam bahaya bukan hanya karena bekerja namun juga terlibat dalam media, sektor yang amat dibenci Taliban. Perempuan di lapangan yang meliput berita kemungkinan tidak bisa bekerja secara terbuka lagi.

Mereka harus menyembunyikan identitasnya sehingga perlu dilindungi. Kita bisa membantu mereka dengan berdonasi ke Rukshana Media dan Sahar Speaks, organisasi yang dikelola jurnalis perempuan Afganistan.

“Dalam 24 jam terakhir, hidup kami telah berubah dan kami dikurung di rumah kami, dan kematian mengancam kami setiap saat,” kata seorang jurnalis perempuan, dalam wawancaranya dengan Guardian.

“Pertama aku khawatir dengan diriku sendiri karena aku seorang gadis, dan juga seorang jurnalis perempuan,” kata wartawan perempuan lainnya.

Menandatangani petisi
Kita bisa bergabung dengan gerakan yang mendukung warga Afganistan dengan menandatangani petisi publik. Kini kita bisa melakukannya secara daring dengan menambahkan nama dan email.

Saat ini sudah ada beberapa petisi publik yang bertujuan melindungi kehidupan dan hak-hak orang-orang Afganistan yang paling rentan.

Beberapa diantaranya Protect Afghanistan’s human rights defenders, President Biden and Congress: Ensure Afghan women’s rights alongside peace with the Taliban, dan Raise awareness of the mistreatment of Afghan refugees in Iran.

Berikan dukungan di media sosial
Kita juga bisa memberikan dukungan di media sosial dengan tetap up to date dengan kabar terbaru soal Afganistan. Pastikan perjuangan hak asasi manusia di Afganistan tidak terlupakan dengan terus-terusan membahasnya di dunia maya.

Tak ada salahnya menggunakan tagar yang sesuai seperti #Afghanistan #HelpAfghanistan #AfghanLivesMatter di media sosial.

Kita juga dapat mengikuti akun berikut untuk tetap mendapatkan informasi terbaru tentang situasinya, omar.haidari, theafghan, dan middleeastmatters.

Menambah wawasan soal tema terkait
Aksi dukungan nyata lain yang bisa kita lakukan adalah terus menambah wawasan dan pengetahun soal isu ini. Dapatkan informasi terbaru dengan membaca karya-karya situs berita tepercaya dan mengonsumsi media sosial yang relevan.

Pahami lebih jauh soal pengambilalihan dan dampaknya terhadap negara. Jadikan ini kesempatan untuk menambah pengetahuan kita soal sejarah konflik di dunia dan cari lebih banyak informasi soal situasi terkini.

Sumber: kompas.com

Bagikan

Komentar Anda

komentar