Masyarakat asli Jayawijaya di berbagai distrik terus menyalurkan bantuan berupa sayuran kepada para pengungsi yang ada di Kota Wamena. Bantuan disalurkan melalui dapur umum pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Pada Rabu (2/10/2019) kepala distrik Walelagama, Karlos Elosak membawa sayuran hasil sumbangan dari masyarakat setiap kampung.

“Saya mohon bantuan kepada masyarakat, tokoh-tokoh di sana, gereja masyarakat, kepala kampung dari enam kampung, memohon bantuan untuk teman-teman kita di kota, dalam artian sayur mayur dan hari ini saya bawa datang untuk menyumbangkan,“ kata Elosak saat menyerahkan bantuan sayuran di gedung Ukumearek Asso Wamena.

Menurutnya, hal ini sebagai wujud kepedulian masyarakat di Walelagama kepada pengungsi di Polres, Kodim dan beberapa tempat.

“Kami juga ada bantu di Susteran di Sinapuk satu karung sayuran, Susteran di kota satu karung dengan di Dekanat sebelum kami bawa ke dapur umum Pemda, kami juga upayakan bawa ubi,” katanya.

Bukan hanya bantuan bagi tempat pengungsian, masyarakat Walelagama juga membantu masyarakat asli Papua yang ada di pinggiran kota seperti di Wesaput termasuk di Walelagama sendiri.

Ia menambahkan, orang asli Papua yang mengungsi di distrik yang dipimpinnya itu, ada yang berasal dari Lanny Jaya, Tolikara, Yalimo, Yahukimo. Mereka ada sekitar 200-an kepala keluarga .

“Masyarakat menjamin mereka. Tetapi saat saya sudah imbau juga, agar mereka kembali ke tempat mereka masing-masing, karena situasi sudah normal dan tadi pagi saya cek saat ambil sayur, ternyata mereka sudah kembali ke daerah masing-masing,” kata Elosak.

Sebelumnya juga warga lokal di pinggiran kota Wamena bersolidaritas dengan menyumbangkan sayur mayur untuk pengungsi di kota yang difasilitasi Komunitas Jurnalis Warga (JW) Noken Wamena berhasil mengumpulkan 40 karung sayur dan buah-buahan, lalu diserahkan ke dapur umum tanggap darurat bencana.

Ketua Komunitas JW Noken Wamena, Onoy Lokobal mengatakan aksi ini bentuk solidaritas kemanusiaan masyarakat lokal untuk sesama warga yang saat ini berada di tempat-tempat pengungsian dan tidak punya akses untuk dapat sayur-sayuran.

“Kami melihat di sejumlah tempat pengungsian kekurangan makanan untuk sayuran, sehingga Jurnalis Warga Noken lakukan aksi dengan sebarkan selebaran ke gereja-gereja dan masjid yang ada di luar kota, “ kata Onoy Lokobal, Senin (30/9/2019).

Kata Onoy, dari aksi itu terkumpul 40 karung sayur mayur dan bumbu lokal serta buah-buahan. Semuanya diserahkan ke dapur umum tanggap darurat pemerintah daerah setempat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada umat Tuhan dalam hal ini warga Jayawijaya yang telah sumbang sayur dan buah-buahan juga bumbu lokal untuk saudara-saudara kita di pengungsian,” ujarnya.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyampaikan rasa terima kasihnya atas seluruh bantuan yang telah masuk, terlebih khusus masyarakat lokal di berbagai distrik dan kampung di Jayawijaya yang telah membantu pangan lokal.

“Saya sampaikan terima kasih khususnya kepada masyarakat lokal yang punya kepedulian dengan situasi yang terjadi ini,” kata Banua.

Di sisi lain Banua juga menyebutkan sejauh ini bantuan yang diterima berasal dari berbagai pihak seperti dari pemerintah kabupaten pemekaran, Bulog 100 ton beras, lima ribu paket sembako dari Presiden Joko Widodo, kementerian sosial, BNPB, serta pengusaha maupun masyarakat lokal.

“Sayur-sayuran yang dibantu masyarakat lokal ini bukan hanya untuk di posko induk saja, tetapi di posko pengungsian lain juga dibagi seperti di Polres, Kodim dan tempat lainnya,” katanya.

 

Sumber : jubi.co.id

Komentar Anda

komentar