Gerakan Visit My Mosque Day menjadi trend baru di sejumlah negara. Guna mempromosikan toleransi beragama, ratusan masjid yang tersebar di Amerika Serikat, Australia, Inggris, Norwegia, Kanada, Jerman, dan Prancis menyelenggarakan hari kunjungan masjid untuk umum yang disebut Visit My Mosque Day.

Di Inggris, misalnya, acara Visit My Mosque Day dimulai pada Februari 2015 lalu. Setidaknya 20 masjid turut berpartisipasi meramaikannya. Seiring berjalannya waktu, acara ini mendapat respons positif dari warga lokal. Bahkan pada 2019 ini, jumlah masjid yang berpartisipasi dalam Visit My Mosque Day mengalami pertumbuhan yang signifikan mencapai, 250 masjid.

Sementara di Kanada, Visit My Mosque Day dimulai pada Oktober 2017. Tahun lalu, jumlah peserta non-muslim yang mengikuti acara Visit My Mosque Day di Jerman mencapai 100 ribu orang. Mereka mengunjungi lebih dari 900 masjid.

Seperti dilansir dari About Islam, Senin (16/9), guna mempromosikan toleransi beragama, masjid di AS menyelenggarakan acara Visit My Mosque Day. Pemeluk agama lain bisa mengunjunginya untuk melihat dan belajar soal Islam.

Pada kesempatan itu, sekelompok warga AS mendapat sebuah pengalaman baru dengan mengunjungi Masjid ISNS di Illinois. Ini merupakan cara yang indah guna mempromosikan toleransi beragama di negeri Paman Sam tersebut.

Di AS, acara Visit My Mosque Day ini diselenggarakan dalam rangka mempromosikan pesan-pesan perdamaian, serta untuk memahami ajaran Islam yang sesungguhnya. Selama kunjungan berlangsung, para tamu undangan diberi terjemahan Alquran berbahasa Inggris dan buku panduan Islam lainnya. Mereka juga dikenalkan oleh seni kaligrafi yang diperagakan langsung di sebuah booth khusus.

Menurut pengelola acara Visit My Mosque Day, Dr. Sabeel Ahmad, para tamu undangan menyebut metode atau pertunjukkan kaligrafi khas Islam ini merupakan salah satu cara yang tepat untuk mempromosikan toleransi antar umat beragama.

Sumber: okezone.com

Komentar Anda

komentar