Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa diikuti oleh 450 pemuka berbagai agama, baik dari pusat maupun daerah,” kata Ketua Panitia Pelaksana Musyawarah Besar Pemuka Agama, Pdt. Jacky Fritz Manuputty di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (8/2).

Kegiatan musyawarah ini merupakan kerja Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) dengan mengundang 450 pemuka agama dari berbagai utusan lembaga dan komunitas.

Fritz menjelaskan kegiatan ini merupakan mandat dari Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan dialog dan kerja sama antar-agama di Indonesia. Sejumlah isu keagamaan akan dibahas dalam musyawarah tersebut.

Kegiatan musyawarah ini dilakukan untuk mendialogkan berbagai isu kebangsaan terkini di antara para pemeluk agama di Indonesia, serta membangun kesepakatan-kesepakatan yang berwibawa lintas para pemuka agama bagi kelangsungan bangsa ini,” jelasnya.

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya oleh tim paduan suara lintas agama. Selain para pemuka agama, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Musyawarah besar ini akan diselenggarakan selama tiga hari dari Kamis hingga Sabtu (8-10/2) dengan mengabil tema ‘Rukun dan Bersatu, Kita Maju’.

Ada tujuh isu keagamaan yang akan dibahas dalam musyawarah pemuka agama. Isu itu di antaranya membahas pandangan dan sikap umat beragama tentang NKRI yang berdasarkan Pancasila.  Isu kedua yaitu membahas pandangan dan sikap tentang Indonesia yang berbhinneka tunggal ika. Lalu isu ketiga membahas soal sikap umat beragama tentang pemerintahan yang sah hasil dari pemilu. Isu keempat membahas prinsip-prinsip kerukunan antarumat beragama. Isu kelima membahas soal penyiaran agama dan pendirian umat ibadah. Lalu isu keenam membahas solusi terhadap masalah intra agama dan isu terakhir membahas faktor non-agama yang mengganggu kerukunan antar umat beragam.

Ketua UKP-DKAAP, Din Syamsudin mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan membahas seputar permasalahan kerukunan beragama yang ada di Indonesia untuk mencari solusi bersama.

Untuk mencegah konflik antaragama itu perlu dikedepankan dialog yang bertumpu atas ketulusan, keterbukaan dan kejujuran untuk menyelesaikan masalah,” kata Din.

Sumber: sindonews.com

Komentar Anda

komentar