Kalau puasa dari tahun ke tahun kita ikut ngerasain, enggak jarang juga ikutan puasa walaupun kadang bolong. Aku juga salut sama teman-teman puasa full walau kerjaan berat. Kayak teman aku, dia dancer tapi dia tetap puasa. Jadi kadang aku turut merasakan plus bisa diet juga kan,” ungkap Tina Toon sembari tersenyum.

Mantan penyanyi cilik yang dulu dikenal lewat lagu Bolo-bolo itu mengaku sangat menjunjung tinggi toleransi beragama. Salah satunya ketika melewati momen penting seperti Ramadan. Meski menganut agama Katolik, Tina Toon sering mengikuti rekan-rekannya untuk berpuasa. Jika berada di depan temannya yang muslim, Tina Toon selalu mencoba untuk tidak makan dan minum.

Pada saat puasa enggak makan dan minum. Yang penting toleransi di depan yang pada puasa. Saya yakin yang puasa punya iman yang kuat dalam arti mau apa pun godaannya kan lagi ibadah. Tapi kita sebagai teman lebih ke menghormati,” katanya sembari menegaskan apa yang dilakukannya bukanlah keterpaksaan.

Selain itu, selebritas kelahiran Jakarta ini juga sempat mengaku kalau begitu menyukai suasana di bulan Ramadan. Khususnya momen ngabuburit mencari hidangan pembuka puasa. Momen itu selalu dinikmati bersama rekan-rekannya, termasuk dari kalangan selebritas. Tak jarang mereka berburu menu berbuka puasa ke penjaja yang biasanya ada di pinggiran jalan.

Senang banget. Karena kalau puasa yang ditunggu-tunggu kolak. Kolak-kolak pinggir jalan tuh enak banget. Kalau di restoran sudah biasa,” ujar artis yang bernama asli Agustina Hermanto itu.

Besar di wilayah pantai utara Jawa Barat. Tina mengaku terbiasa bergaul dengan rekan-rekannya yang muslim. Di Pamanukan, Subang tempat masa kecilnya, Tina sempat bersekolah hingga SMP kemudian ia pindah ke rumah kakek-neneknya di Jakarta. Pengalaman masa kecil diakuinya amat indah meski bergaul dengan teman yang kebanyakan berbeda keyakinan. Cukup banyak momen di masa Ramadhan yang selalu membekas di ingatannya.

Pastinya kalau di Indonesia kan mayoritas menjalani ya. Jadi tiap puasanya suasana berasa tenang apalagi nanti pas hari raya. Semua tuh euforianya terasa setelah sebulan puasa kita jadi ikutan. Sebulan puasa, orang kan menahan nafsu ya. Kita juga jadi ikutan. Jadi berasa aman,” pungkasnya.

Sumber: liputan6.com

Komentar Anda

komentar