Pengumuman itu sudah sepuluh tahun kita pasang,” ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baabut Taubah, Yusra Huda menanggapi dengan santai, viralnya foto di mimbar masjid yang berada di Jalan Citra Niaga Raya, Komplek Kemang Pratama Bekasi itu.

Belakangan di jagad maya, empat poin pengumuman yang ditempatkan diperuntukkan untuk para khatib (penceramah) di masjid Baabut Taubah ini menjadi viral setelah salah seorang netizen menunggah foto pengumuman tersebut di akun twitternya. Pengumuman itu berisi himbauan agar ceramah yang disampaikan khatib tidak mendiskreditkan mereka yang berbeda faham, tidak mendiskreditkan mereka yang berbeda agama, tidak menjelek-jelekan pemerintah, kecuali yang sifatnya mengkritisi dan tidak menyampaikan hal yang bersifat porno serta lelucon yang mengolok.

Kita taruh pengumuman itu di mimbar supaya tidak melenceng mendengar ceramah ke mana-mana,” ungkap Yusra Huda pada Jumat (2/2). Yusra mengatakan, pemasangan pengumuman itu dilakukan pengurus yayasan karena saat itu pengurus merasa perlu memberikan arahan dan larangan mengingat jamaah masjid berasal dari beragam kalangan.

Kita hormati semua. Ini juga di area pemukiman. Kita di lingkungan yang beragam seperti itu. Biar tidak ada konflik, jangan ego masing-masing keluar,” lanjut Yusra.

Masjid Baabut Taubah (nama yang diambil dari Bahasa Arab yang berarti pintu tobat) adalah masjid pertama di area pemukiman Kemang Pratama, Bekasi. Masjid ini dibangun pada awal 1990-an. Sekarang-sekarang ini saat diperuntukkan untuk menampung shalat Jumat, jumlah jamaah dapat mencapai 2.000 orang. Bangunan masjid dua lantai tersebut juga terbilang ramai diisi berbagai kegiatan pengajian.

Yusra menceritakan, selama pengumuman bertahun-tahun pengumuman tersebut dipasang, tidak ada protes kepada pengurus masjid. Malah, kata dia, grafik jamaah selalu meningkat. “Kita saling menjaga, menghormati satu sama lain. Kita juga kasih tahu hal ini ke ustaz yang mau berceramah saat acara besar seperti Idul Fitri, misalnya, semua tidak pernah ada masalah,” ucap Yusra.

Seperti diungkap di pembukaan pengumuman, upaya menghindari poin-poin yang disebutkan itu merupakan cara masjid dan penceramahnya untuk menjaga kehormatan dan keagungan Islam dalam khutbah yang bisa didengar oleh publik sekitar. Kerinduan untuk menjadi teladan kesalehan dan peka di tengah lingkungan yang beragam, adalah hal yang semestinya biasa dilakukan oleh setiap umat beragama.

Sumber: kompas.com

Komentar Anda

komentar