“Kalla hadzil ard mataqfii masahah, lau na’isibila samahah… Seluruh bumi akan terasa sempit, jika hidup tanpa toleransi.” Itulah kalimat pembuka lagu berbahasa Arab, Deen Assalam (Agama Perdamaian), yang dipopulerkan oleh Sulaiman al-Mughni. Lagu itu memang dengan sangat indah memesankan agar umat Islam dengan cinta kasih mendakwahkan agamanya. Pesan yang tentu sangat relevan pula bagi semua agama.

Belakangan, lagu pendek ini menjadi sangat populer di Indonesia. Bukan dalam versi asli yang dibawakan oleh Sulaiman, tetapi dalam versi cover yang dirilis oleh grup musik Sabyan Gambus. Grup musik Indonesia ini dengan apik meng-cover lagu yang tadinya dibawakan dalam suara remaja pria dan berwarna pop itu menjadi lebih lembut dan dibawakan dengan vokal perempuan.

Pesan yang damai dan alunan yang amat lembut itu begitu menyentuh hati banyak orang. Unggahan video Sabyan Gambus di akun sosial media Youtube sudah ditonton puluhan juta kali. Bahkan sejumlah vlogger mengungah ulang video itu sembari memberikan apresiasi pada grup musik ini, juga pada lagu itu sendiri. Tidak hanya dari Indonesia, respon yang positif juga mengalir dari vlogger-vlogger luar negeri. Bukan hanya mereka yang beragama Islam, banyak pula umat beragama lain yang mengaku lagu ini sangat inspiratif.

Sabyan Gambus tidak menyangka respon yang diterima begitu besar. Grup musik ini sendiri sebenarnya sudah dibentuk pada 2015 dan personelnya terdiri dari enam orang. Mereka adalah Khoirunnisa atau Nissa (vokalis), Ahmad Fairuz atau Ayus (keyboard), Sofwan Yusuf atau Wawan (perkusi), Kamal (darbuka), Tubagus Syaifulloh alias Tebe (biola), dan Anisa Rahman (backing vokal).  Lagu Deen Assalam itu sendiri sebenarnya hanya salah satu dari cover yang mereka bawakan, selain sejumlah lagu yang mereka ciptakan sendiri.

Terlepas dari banyak faktor yang menjadikannya viral, Deen Assalam memang memiliki pesan yang mulia. Orang bisa belajar banyak terkait toleransi dari liriknya yang sederhana namun penuh amanat mendalam ini:

Seluruh bumi ini akan terasa sempit, jika hidup tanpa toleransi

Namun jika hidup dengan perasaan cinta, meski bumi sempit, kita akan bahagia

Melalui perilaku mulia dan damai, sebarkanlah ucapan yang manis

Hiasilah dunia dengan sikap yang hormat, dengan cinta dan senyuman

Sebarkanlah di antara insan, inilah (Islam) agama perdamaian.

Sumber: tabloidbintang.com

Komentar Anda

komentar