Selama 20-26 Agustus 2019, tim Tapal Batas detikcom bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjelajahi Kabupaten Rote Ndao di NTT. Kabupaten ini berupa kepulauan paling selatan di Indonesia dengan total 96 pulau. Namun, hanya 7 pulau yang berpenghuni dengan Pulau Rote sebagai yang paling besar. Terdapat 10 kecamatan di Rote Ndao. Tiap kecamatan punya potensi dan tempat wisata yang beragam.

Bukan hanya destinasi wisata dan budayanya, kehidupan di Rote juga memikat hati. Khususnya, soal toleransi dalam umat beragama. Toleransi dan rasa damai dalam kehidupan beragama jelas terlihat dari selatan terdepan Indonesia. Di Pulau Rote, masyarakatnya hidup dalam kerukunan.

Di sini tidak ada gesekan agama, tidak ada sama sekali. Semuanya hidup damai dan rukun,” kata Frengky, salah seorang warga Rote yang memandu perjalanan. Sepanjang perjalanan, memang terlihat betapa rukunnya masyarakat Rote. Pun kepada wisatawan baik dari dalam dan luar negeri, semua menyambutnya dengan suka cita.

Kita senang kalau ada wisatawan, biar mereka juga bisa melihat indahnya Rote, baik alam maupun masyarakatnya,” tutur Frengky.

Tak hanya Frengky, Komandan Kodim (Dandim) 1627/Rote Ndao Letkol Kav Andriyan Wahyu Dwi Atmoko menuturkan hal yang sama. Menurutnya, angka kriminalitas di Rote sangatlah kecil. “Di Rote semua kondusif. Jika ada yang melakukan kejahatan mau kabur ke mana sih, pelabuhan dan bandara kita jaga kok,” kata Andriyan.

Soal toleransi agama, Andriyan menjelaskan tidak ada pergesekan umat beragama di Rote. Misal ada suatu isu heboh di kota besar layaknya di Jakarta atau lainnya, maka penduduk Rote tidak ikut-ikutan.

Pendeta di sini mengajak jamaatnya untuk hidup damai dan saling menghormati, begitu pula pemuka agama dari umat Muslim. Saling merangkul dan saling menjaga,” tegas Andriyan.

Nuhammad Ali, pengurus Masjid Tua Rote yang merupakan tempat ibadah umat Muslim sekaligus cagar budaya, berpendapat toleransi beragama di Rote sangat terasa. Umat Kristiani dan umat Muslim saling membantu. “Di sini mayoritas umat Nasrani, umat Muslim hanya 25 persen. Meski begitu, kita semua saling membantu. Tetangga saya seorang Nasrani, pasti saya bantu dan begitu juga sebaliknya,” papar Ali.

Tentu, kedamaian dalam umat beragama di Rote akan membuat wisatawan nyaman. Wisatawan bisa ikut merasakan kedamaian dalam kehidupan beragama di titik paling selatan Indonesia.

Sumber: detik.com

Komentar Anda

komentar