Parade Cap Go Meh menjadi kemeriahan untuk semua orang. Secara tradisi, Cap Go Meh memang merupakan penutup perayaan Imlek. Dimana silaturahmi akhirnya ditutup dengan besar-besaran lewat pesta rakyat.

Di Singkawang, datangnya malam ke-15 Imlek yang tahun ini dirayakan sejak malam tanggal 2 Maret 2018 itu dirayakan secara besar-besaran dalam bentuk festival. Menag Lukman Hakim Saifuddin membuka parade dalam festival ini dengan pesan toleransi.

Sejak pukul 09.00 WIB pagi hari ini, Jumat (2/3), panggung kehormatan di Jalan Diponegoro Singkawang telah terisi oleh sejumlah tamu kehormatan seperti Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menpora Imam Nahrawi dan sejumlah pejabat terkait. Acara pun didahului oleh tari-tarian bertema Nusantara yang dilakukan oleh masyarakat setempat hingga pihak kepolisian dan TNI.

Usai melihat tarian pembuka, acara pun dilanjutkan oleh pidato dari Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie. Tjhai Chui Mie mengucapkan rasa terima kasihnya pada semua pihak karena festival tahun ini berlangsung dengan sangat meriah.

Kita semua boleh berbangga karena Cap Go Meh di Singkawang ini yang terbesar di Indonesia, bahkan di dunia menurut beberapa media. Prestasi Cap Go Meh juga tercatat MURI. Tahun ini lampion terbanyak, tatung (aksi seni ilmu kebal) terbanyak dan gerbang Cap Go Meh terbesar. Tentu pemerintah memberi apresiasi dan terima kasih atas keberhasilan ini,” ujar Tjhai Chui Mie.

Di depan masyarakat Singkawang yang multi budaya, Menag Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan pidato tentang toleransi antar agama. Khususnya di tengah kondisi bangsa yang tengah dirundung isu SARA.

Saya ingin mengajak semua umat beragama dan masyarakat untuk merayakan Imlek dan Cap Go Meh sebagai momentum tepat untuk merayakan refleksi dan merenung sejauh mana dedikasi kita pada Sang Pencipta dan masyarakat. Karena dengan kemajemukan dan keberagaman itu kita bisa saling mengisi dan menyempurnakan satu sama lain,” ungkap Lukman.

Menag datang mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir pagi ini. Sebelumnya, Presiden Jokowi memang dijadwalkan hadir. “Saya mewakili bapak Presiden Indonesia, beliau menyampaikan permohonan maaf pada kita dan salam ucapan selamat merayakan Imlek 2659. Semoga kita makin baik menjalani tahun mendatang,” ujarnya.

Menag Lukman juga mengajak semua pihak tanpa terkecuali untuk menjaga kemajemukan yang ada di Indonesia. Sekiranya peran serta semua orang dibutuhkan sesuai dengan konteksnya untuk menjaga Indonesia.

Pemuka agama, pemerintah dan segenap masyarakat harus lebih bersinergi melaksanakan perannya sesuai konteks dan kewajibannya,” tutup Menag.

Sumber: detik.com

Komentar Anda

komentar