Sudah lebih dari tiga bulan, AKBP Shinto Silitonga menjabat sebagai Kapolres Kabupaten Gowa sejak 5 Desember 2017. Selain tugas rutin pengamanan masyarakat, ternyata ada saja sejumlah inisiatif unik yang ia dan jalankan beserta jajarannya untuk memelihara dan meningkatkan toleransi di kabupaten yang sedari dulu menjadi pusat sejarah kerajaan Gowa itu.

Seperti momen di Jumat (9/3) lalu, Shinto Silitonga dengan sengaja menunjukkan teladan toleransi dalam beragama saat turun langsung mengatur arus lalulintas saat Umat Muslim melaksanakan ibadah sholat Jumaat di Masjid Shiratal Mustaqim, Kecamatan Pallangga. Foto saat ia bersama para personil polwan mengatur lalulintas depan masjid dalam kondisi hujan mengguyur menjadi viral dan menuai pujian dari banyak kalangan.

Menurut pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polretabes Surabaya itu, kerukunan antar umat beragama yang menjadi nilai konstruktif dalam kehidupan sosial harus diimplementasikan dan dijaga oleh jajaran Polres Gowa. Ditegaskannya, sudah menjadi kewajiban bagi umat beragama lain untuk mendukung kelancaran dan keamanan ketika saudara-saudara Muslim melakukan ibadah sholat Jumat.

Kedepan kegiatan serupa akan terus dilakukan oleh jajaran Polres Gowa sebagai salah satu representasi toleransi antar umat beragama,” ucap AKBP Shinto Silitonga terkait tindakan yang dinilainya sudah menjadi tanggung jawabnya itu.

Tidak hanya soal mengatur lalulintas, jajaran Polres Gowa juga menggelar deklarasi anti hoax dan anti SARA. Deklarasi tersebut dilakukan bertepatan car free day di kawasan Lapangan Syekh Yusuf, Sungguminasa, Minggu pagi (11/3).

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, deklarasi tersebut untuk menindaklanjuti perintah Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono terkait “the power of social media”.  Deklarasi tersebut dikemas dengan suasana santai dan menarik sehingga banyak pejalan kaki, pedagang, pelajar, dan komunitas lainnya yang ikut mendeklarasikan diri masuk dalam komunitas anti hoax dan anti SARA.

Polres Gowa ingin memberi edukasi dan menggerakkan warga untuk waspada info hoax, provokasi isu SARA, dan hatespeech atau ujaran kebencian sehingga warga Gowa bersatu padu melawan hoax dan provokasi tersebut,” ungkap Shinto.

Shinto menyebut, deklarasi anti Hoax dan SARA tersebut tak hanya dilakukan di Lapangan Syekh Yusuf. Acara serupa dilakukan secara serentak di kecamatan lainnya di wilayah Gowa. “Mari lawan hoax dan isu SARA dengan cerdas dalam bermedsos,” tutupnya.

Sumber: indotimenews.com

Komentar Anda

komentar