Kegiatan ini dalam rangka mengajari anak-anak toleransi sebagai bagian dari hidup menghormati agama lain,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Nasima, Nuri Fajar Wati, SPd. Nuri tengah menjelaskan kegiatan pada kegiatan dimana 103 murid baru SMP Nasima, belum lama ini diajak mengunjungi dan bersih-bersih Vihara Buddhagaya, Watugong, Pudakpayung Semarang.

Kegiatan ini merupakan salah satu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Matrikulasi murid baru. Di vihara tersebut, siswa-siswi sekolah yang bernaung dalam Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima ini mengawali kegiatan dengan menyanyi Indonesia Raya tiga stanza. Setelah itu, mereka melaksanakan senam pagi, aneka permainan edukatif, pengenalan lingkungan vihara, dan kegiatan kebersihan lingkungan sekitar vihara.

Kegiatan bersih-bersih vihara ini adalah satu bagian dari tiga hari MPLS. MPLS itu sendiri diisi dengan berbagai materi seperti sejarah, visi dan misi YPI Nasima, pedoman perilaku siswa, pembiasaan ibadah, pengenalan dan penggalian minat bakat, metode belajar efektif, tes kemampuan dasar mengaji dengan metode UMMI, pemanfaatan teknologi informatika dan komunikasi dalam pembelajaran, serta English Conversation for Youngster.

Menurut Nuri, pendidikan karakter sangat penting diberikan pada saat peserta didik baru mulai bersekolah. “Sebuah penelitian menjelaskan bahwa keberhasilan belajar ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi atau karakter yang baik, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya,” jelas Nuri.

Oleh karena itu di SMP Nasima, melaksanakan lebih awal dari sekolah lain sebelum peserta didik masuk pembelajaran. Melalui MPLS penguatan pendidikan karakter kita tekankan, anak-anak dibimbing secara intensif sejak awal,” lanjutnya.

Salah satu karakter mulia yang ditanamkan sejak dini pada MPLS ini adalah sikap toleransi sebagai penguatan nasionalisme agama. Indonesia menjunjung nilai-nilai Pancasila serta prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Saling menghormati sesama dan tidak melakukan perundungan (bullying) pada teman yang berbeda.

Para siswa mengaku senang sekali dengan kegiatan MPLS ini. “Sangat senang di SMP Nasima. Belajar di lingkungan vihara adalah pengalaman baru. Kami dapat mengenal agama-agama serta budaya yang beragam di Indonesia. Meski berbeda-beda tetapi tetap saling menghormati dan hidup rukun,” komentar Shafira Azwa Hafiza, salah seorang peserta didik baru.

Sumber: suaramerdeka.com

Komentar Anda

komentar