Nuraima Febriana Putri, asal SMA Islam Atirah Kabupaten Bone menyampaikan apresiasi atas tingginya toleransi beragama di Papua, khususnya di lingkungan sekolah. Hal itu menurut Nuraima, sangat terlihat dari cara berdoa ketika hendak memulai kegiatan belajar dan mengajar.

Kami sangat bangga dapat menginjakkan kaki di Papua, bahkan sampai berbagi pengalaman dan cerita dengan rekan-rekan yang baru ditemui di SMA 5 Jayapura,” ungkap Nuraima senang. “Papua merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sangat kental dalam budaya dan agamanya, dimana hal tersebut benar-benar dapat dilihat langsung ketika mengunjungi salah satu sekolah, yakni SMA 5 Jayapura di Angkasa,” lanjutnya.

Nuraima, menyaksikan dari cara berdoa yang memberikan kesempatan bagi agama lain untuk menyesuaikan dengan kepercayaannya masing-masing sangat menunjukkan tingginya toleransi dan ini harus menjadi contoh bagi daerah yang lain.

Nuraima merupakan salah satu eserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019. Dia menjelaskan hal inilah yang sangat disyukuri oleh dirinya bersama rekan satu rombongan karena dapat mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN.

Siswa Mengenal Nusantara (SMN) merupakan program pertukaran pelajar antarprovinsi yang difasilitasi oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN).

Tahun ini di Provinsi Papua, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) ditunjuk oleh Kementerian BUMN sebagai BUMN PIC (koordinator) program SMN di mana siswa-siswi peserta SMN dari Papua dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan, dan sebaliknya peserta SMN Sulawesi Selatan ke Jayapura, Provinsi Papua. Kegiatan SMN 2019 akan berlangsung hingga 23 Agustus 2019, dan peserta SMN dari Makassar berjumlah 27 orang.

Sumber: antaranews

Komentar Anda

komentar