Sudahkah anda mendapat hoax hari ini?

Hoax adalah istilah ngetrend untuk kabar bohong, potongan info yang terlihat seperti faktual namun aslinya keliru. Tidak hanya keliru, namun juga direkayasa sedemikian rupa dan sengaja disembunyikan kebenarannya. Unsur kesengajaan dan rekayasa inilah yang paling menonjol dalam hoax. Sebab perlu diingat, sesuatu yang keliru, semisal opini yang keliru karena ketidaktahuan tidak dapat dikatakan langsung dikatakan hoax.

Dampak yang ditimbulkan oleh hoax bisa begitu besar. Konflik di antara masyarakat bisa dimunculkan seperti kasus pengantar beras tewas dihakimi masa karena dikira penculik, atau fenomena saling blokir di medsos yang merusak silaturahmi. Juga provokasi bernuansa SARA yang begitu merusak jalinan masyarakat. Contoh lain hoax kesehatan yang bisa menyesatkan dan mengurangi kualitas hidup masyarakat bahkan membahayakan nyawa. Tak jarang pula dimanfaatkan untuk kepentingan perdagangan suatu produk. Ada pula hoax di bidang finansial yang dapat merusak perekonomian masyarakat.

Mengapa di Indonesia hoax begitu cepat menyebar? Hal yang diakui sebagai penyebab utama adalah literasi yang sangat rendah. Indonesia mendapat peringkat rendah dalam dunia literasi dari sekian banyak negara. Masyarakat memang harus lebih menggiatkan kemampuan literasi agar dapat menangkal bahaya hoax.

Sekalipun demikian, peningkatan literasi harus dibarengi kedewasaan dalam media sosial. Sifat media sosial memang memudahkan kita untuk berpolarisasi. Saat ini, opini publik sangat dipengaruhi oleh media sosial. Dimana ilusi di dalam duna maya mengajak untuk berkotak-kotak. Memilih untuk berkumpul dengan seseorang yang satu pendapat, satu ideologi dan satu kepercayaan. Melahirkan fenomena yang disebut sebagai filter bubble. Hingga bahkan di tengah yang berpendidikan tinggi pun hoax bisa menyebar. Sekelas media mainstream sekalipun, mudah saja terkontaminasi suatu isu yang viral sehingga media tersebut ikut serta dalam menyebarkan berita hoax.

Hoax sangat berbahaya bagi kehidupan sehari-hari kita. Oleh karenanya hoax harus dilawan dan ditangkal. Kunci utama untuk melawan hoax adalah dengan daya kritisi, tidak langsung percaya dengan segala macam informasi yang beredar. Baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Sebaiknya kita memperbanyak cek dan ricek kebenaran suatu pemberitaan supaya tidak terjadi mis/dis-informasi.

Khusus untuk berita yang beredar di media digital, kita dapat melakukan langkah teknis sederhana seperti cek alamat situs lengkap penyebar berita, jika ragu, melakukan riset who is. Atau perlu lebih jauh melihat detail visual. Perhatikan logo-logo yang di pakai. Biasanya menyerupai media-media mainstream supaya dapat mengelabuhi pembacanya seakan portal tersebut adalah media mainstream yang terjaga kredibilitasnya.

Kemudian perhatikan para pengiklan di situs, atau seberapa besar sumber berita mengandalkan klik dalam mencari iklan. Perhatikan pula rubrik tentang kami untuk menguji seberapa jelas keberadaan media itu dipertanggungjawabkan.

Terkait konten kita dapat memperhatikan ciri-ciri pedoman jurnalistik yang benar, soal kelengkapan 5W+1H-nya. Juga membiasakan diri membaca keseluruhan, tidak terjebak hanya pada judul yang bombastis dan sensasional.

Sumber: Presentasi Ketua MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), Septiaji Eka Nugroho dalam Jamaah Kopdariyah Kota Magelang 25 Maret 2018.

Komentar Anda

komentar