Bulan Muharram dalam penanggalan Jawa dikenal dengan Bulan Sura. Momen tanggal 1 Sura yang juga tahun baru ini, kerap kali dimanfaatkan oleh masyarakat di Pulau Jawa untuk melalukan ruwatan desa (Bersih Desa). Seperti halnya yang dilakukan oleh warga Dusun Banjarsari, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Selasa siang (11/9), ratusan warga Dusun Banjarsari, Desa Rejoslamet memanfatkan moment Tahun Baru Islam untuk melakukan Sedekah Dusun, dengan mengarak gunungan hasil bumi. Menurut Kepala Desa Rejoslamet, H Sulkan, gunungan yang diarak keliling kampung tersebut, merupakan hasil dari kebun dan persawahan warga di Dusun, Banjarsari, Desa Rejoslamet. Gunungan tersebut berisi mentimun, wortel, terong, dan sayur-sayuran lainnya. Juga ada buah-buahan seperti, nanas, bengkoang, pisang, serta ada uang tunai Rp 5 ribu, yang ditaruh di atas puncak gunungan.

Gunungan ini adalah hasil pertanian warga. Ini menunjukkan hasil pertanian di Desa Rejoslamet,” kata Sulkan. Gunungan hasil bumi tersebut, kemudian diarak keliling kampung dengan disaksikan oleh ratusan warga dari berbagai latar. Selanjutnya, gunungan akan disedekahkan kepada warga sekitar.

Arak-arakan gunungan tersebut, juga diiringi dengan pawai budaya. Kades Rejoslamet mengatakan, pawai budaya diikuti oleh 18 kelompok masyarakat yang menampilkan berbagai kreativitas, seperti drumband dan fashion serta kesenian bantengan. “Acara seperti ini mulai kita lakukan dari lima tahun lalu. Ini merupakan sedekah desa yang rutin kita adakan setiap tahun,” tandasnya.

Sulkan mengatakan, acara ini merupakan salah satu cara warga Dusun Banjarsari, Desa Rejoslamet dalam hal bersyukur dan meminta keselamatan pada Tuhan. “Hal ini supaya Desa Rejoslamet bisa berkembang dengan baik dan semua masyarakat dalam pekerjaan-pekerjaan bisa lancar semua. Itu harapan kami,” terangnya.

Selain itu, Novita Eki Wardani, salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Mojowarno ini, mengharapkan agar acara yang digelar oleh Pemerintah Desa Rejoslamet bisa ditularkan ke desa-desa lain yang ada di Kabupaten Jombang. Khususnya di desa-desa yang ada di Kecamatan Mojowarno. “Ini acara sangat bagus. Bisa menciptakan kerukunan warga, khusunya para pemuda. Saya harap desa-desa lain bisa mencontoh ini,” pungkas Eki yang juga anggota DPRD Jombang itu.

Sumber: jatimtimes.com

Komentar Anda

komentar