Komedian di Timur Tengah memainkan peran penting untuk memerangi berbagai bentuk ekstremisme,” demikian ungkap Nabil Sawalha seorang komedian veteran Yordania. Menurut komedian yang telah tampil selama lima dekade di panggung dan televisi ini musuh terbesar ekstremisme dan fundamentalisme adalah komedi.

Di Yordania, ada begitu banyak komedian, demikian pula di Libanon, Arab Saudi dan negara-negara Teluk,” lanjut Sawalha.

Meski tak jarang berhadapan dengan kontroversi seperti kasus sebuah episode di Arab Saudi di mana komedian Hasan Minhaj menertawakan upaya pemerintah Saudi untuk mengecilkan peran pangeran mahkota Mohammed bin Salman dalam pembunuhan jurnalis yang berbasis di AS Jamal Khashoggi.

Atas satir Minhaj, pemerintah Saudi menuduh bahwa segmen yang tetap tersedia di luar kerajaan Saudi itu, melanggar undang-undang anti-cybercrime yang melarang “produksi, persiapan, transmisi atau penyimpanan materi yang melanggar ketertiban umum, nilai-nilai agama, moral publik dan privasi online…

Sawalha — yang juga pernah tampil diantaranya di Qatar, Dubai, Lebanon, Israel, Palestina dan Inggris— menggarisbawahi bahwa para komedian di dunia Arab, terutama di Yordania sebagian besar bebas melakukan apa saja sesuka mereka. “Di Yordania, kami tidak memiliki sensor dan apa yang Anda lakukan adalah tanggung jawab Anda,” katanya.

Namun, karena konflik dan perang yang tak berkesudahan, beberapa komedian terpaksa mengubah rutinitas mereka.”Politik di dunia Arab menjadi sangat berantakan dan kadang-kadang tidak ada garis untuk ditertawakan,” Sawalha menjelaskan.  “Tingkat toleransi terhadap komedi telah turun karena pergolakan agama — seperti di hadapan ISIS dan kelompok-kelompok kekerasan lainnya — dan ini membuat orang agak berpikiran sempit.

Sawalha mengungkapkan bahwa ia umumnya menghindari masalah politik seperti yang terkait dengan Suriah atau Irak karena kekerasan yang berkelanjutan. Dia juga menekankan bahwa satu-satunya contoh di mana dia secara pribadi menemukan batasan pada materinya terjadi ketika dia diundang untuk tampil di televisi nasional milik Kerajaan Yordania. Di sana, katanya, produsen meminta agar dia tidak mengejek pemerintah; akhirnya dia memutuskan untuk tidak muncul.

Humor luar biasa sekarang di dunia Arab karena media sosial, yang tidak dapat dikendalikan pihak berwenang,” kata Sawalha.

sumber: ynetnews

Komentar Anda

komentar