SABTU 9 Januari 2021, Gereja Katedral Jakarta memperoleh anugerah penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) atas rekor “Gereja Katolik Pertama yang Seluruh Sumber Listriknya Menggunakan Panel Energi Surya” .

Tenaga surya
Upacara seremonial penandatanganan prasasti, sekaligus pencatatan Rekor Muri diterima oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, disaksikan oleh mantan Menteri ESDM Ignatius Jonan sebagai perwakilan donatur, dan disaksikan pula oleh Romo Hani Rudi Hartoko, SJ, selaku Kepala Pastor Paroki Katedral Jakarta.

Ignatius Jonan mengucapkan terima kasih kepada para donatur atas terealisasinya momen itu dan kepada sejumlah lembaga yang turut memberi dukungan, seperti PLN, Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia, Direktorat Energi Terbarukan dan Konservasi Energi, serta Kementerian ESDM.

Sri Paus Fransiskus
Langkah penggunaan panel surya oleh Gereja Katedral Jakarta sejalan dengan komitmen Sri Paus Fransiskus dalam merawat Planet Bumi sebagai rumah kita bersama.

Sri Paus telah memaklumatkan program Vatikan yang secara total ikut mencegah pemanasan global selambat-lambatnya tahun 2050.

Penggunaan panel energi surya memberikan banyak manfaat untuk umat manusia, antara lain produksi energi bersih, menghemat tagihan biaya listrik, tidak membutuhkan bahan bakar, tidak menghasilkan polusi udara dan suara, ramah lingkungan karena tidak memancarkan emisi gas rumah kaca yang berbahaya seperti karbon dioksida, tidak berdampak pada perubahan iklim, serta dapat menghindari pemanasan global dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Anugerah Tuhan
Dengan demikian, secara nyata Katedral Jakarta turut terlibat dan berkontribusi dalam menggiatkan gerakan hemat listrik melalui panel energi surya.

Dapat dibayangkan betapa besar manfaat bagi upaya penghematan energi demi melestarikan lingkungan hidup apabila seluruh rumah ibadah di Planet Bumi, seperti Katedral Jakarta, berkenan menggunakan panel energi surya demi optimal mendayagunakan panas matahari yang telah dianugerahkan oleh Yang Maha Kasih kepada umat manusia serta segenap makhluk hidup di marcapada ini.

Baca juga:  Pesan Sederhana Toleransi dengan Kasidah Gereja

Sumber: Kompas

Bagikan

Komentar Anda

komentar