“Bagi saya, terpilihnya Mgr. Suharyo sebagai Kardinal menunjukkan kepercayaan Paus Fransiskus kepada Gereja Katolik Indonesia, sebagai negara yang memiliki keberagaman etnis dan agama,”

Pelantikan Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo sebagai Kardinal di Vatikan oleh Paus Fransiskus menunjukkan bahwa para tokoh agama Katolik di Indonesia dinilai mumpuni, kata  Duta Besar RI untuk Vatikan Agus Sriyono saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin.

Menurut Dubes Agus, Mgr. Ignatius Suharyo diangkat sebagai Kardinal di Vatikan karena dianggap mampu memberi masukan untuk Paus Fransiskus mengenai aspek kerukunan beragama dan toleransi mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki masyarakat majemuk dengan ragam agama dan keyakinan.

“Bagi saya, terpilihnya Mgr. Suharyo sebagai Kardinal menunjukkan kepercayaan Paus Fransiskus kepada Gereja Katolik Indonesia, sebagai negara yang memiliki keragaman etnis dan agama,” kata Agus.

Dia mengatakan bahwa Mgr Suharyo yang telah resmi dilantik di gereja Basilica St. Peter pada 5 Oktober bersama 12 kardinal lain menjadi kebanggaan tidak hanya bagi umat Katolik di tanah air, tetapi juga seluruh warga Indonesia.

Pasalnya, Kardinal Ignatius Suharyo merupakan satu-satunya wakil asal Asia yang dipilih Paus Fransiskus untuk menjadi penasihatnya di Vatikan pada tahun ini.

Kebanggaan itu, menurut Agus, ditunjukkan melalui kehadiran Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat acara pelantikan Kardinal Suharyo di Vatikan.

Selain itu, ungkapan kebahagiaan dan rasa bangga juga tercermin dari aksi sejumlah warga Indonesia di Vatikan yang hadir pada acara pelantikan Kardinal Suharyo.

“Pada sore hari setelah pelantikan, puluhan suster, pastur, dan umat Katholik Indonesia yang hadir dalam pelantikan bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya sambil membawa Bendera Merah Putih sebagai wujud semangat ke-Indonesia-an. Kami semua merasa bangga dengan terpilihnya Mgr. Suharyo sebagai Kardinal,” kata Agus yang ikut hadir pada acara pelantikan, dilanjutkan dengan Misa Konselebrasi Paus Fransiskus dengan 13 Kardinal baru pada 6 Oktober.

Mgr. Ignatius Suharyo merupakan WNI ketiga yang dinobatkan sebagai kardinal di Vatikan setelah Uskup Agung Semarang Justinus Darmojuwono pada 1967 dan Uskup Agung Jakarta periode 1996-2010 Julius Riyadi Darmaatmadja pada 1994.

Kardinal merupakan gelar kehormatan yang melekat seumur hidup dan tidak dibatasi oleh wilayah kekuasaan sebagaimana jabatan keuskupan dan pastur paroki. Oleh karena itu, Mgr Ignatius Suharyo masih tetap akan bertugas sebagai Uskup Agung Jakarta, meskipun telah dilantik sebagai kardinal.

 

Sumber : antaranews.com

Komentar Anda

komentar