Pancasila adalah titik temu yang memungkinkan segala warna bersatu, titik pijak yang menjadi landasan hukum, serta titik tuju ke mana bangsa ini diarahkan.” Demikian ujar Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif di sela diskusi Bhinneka Satu bertajuk Pancasila BUKAN PancaSILAM di Gedung HM. Sampoerna, Surabaya, Minggu, (27/9).

Akademisi yang banyak dikenal lewat kajian historis reflektif tentang kebangsaan itu menyampaikan bahwa Pancasila merupakan titik temu, titik pijak, dan titik tuju bagi bangsa Indonesia. Yudi mengatakan, tanpa Pancasila, maka bangsa Indonesia tak ada yang tahu ke mana akan diarahkan, karena memiliki keragaman agama, suku, bahasa hingga budayanya.

Menurut Yudi keragaman di Indonesia, memberikan kekayaan maupun potensi luar biasa bagi bangsa, namun di sisi lain akan menjadi sebuah masalah jika tak ada titik yang menyatukannya.

Titik itulah yang dinamakan Pancasila. Indonesia itu meski bermacam-macam dan berbeda, tapi tetap satu. Semisal, batik memiliki banyak motif asal berbagai daerah, tapi dunia memahami bahwa batik berasal dan merupakan kebanggaan Indonesia, apapun motifnya,” ucap pria kelahiran Sukabumi, 53 tahun silam itu.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid menilai bahwa keragaman sudah bukan waktunya membahas tentang baik atau tidaknya, tapi sebuah keharusan yang ditumbuhkan bagi seluruh masyarakat.

Ini tidak lepas dari pendiri bangsa. Kita bersyukur pendiri Republik ini betul-betul visioner,” kata aktivis yang juga dikenal sebagai sejarawan tersebut.

Diskusi yang dimoderatori oleh Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Meidyatama Suryodiningrat ini juga menghadirkan Kepala Yayasan Pondok Kasih Hana Amalia Vandayani sebagai pembicara.

Diskusi ini juga diisi pameran foto berjudul Bhinneka Satu yang menampilkan karya foto menceritakan berbagai peristiwa kehidupan sosial dan budaya. Tak itu saja, karya foto mengisahkan pluralisme masyarakat Indonesia sejak dahulu hingga kini juga ditampilkan pada pameran yang digelar memperingati HUT ke-72 RI dan ulang tahun ke-104 PT HM Sampoerna Tbk tersebut. Pameran yang berlangsung hingga 1 Oktober 2017 tersebut menampilkan 72 karya foto koleksi IPPHOS-Antara Foto.

Sumber: liputan6.com; foto: antarafoto.com

Bagikan

Komentar Anda

komentar