Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK), Komisi Karya Misioner, dan Komisi Kitab Suci Kevikepan Surakarta menyelenggarakan Pagelaran Kitab Suci dan Budaya Lintas Agama di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (6/10/2019).

Penanggung Jawab Acara Pagelaran Kitab Suci dan Budaya Lintas Agama, Indah mengatakan, kegiatan ini sebagai respon isu-isu kerukunan, perdamaian, dan krisis lingkungan hidup yang ada di Kota Solo ataupun di Indonesia.

“Kami (melihat) kok untuk suatu kerukunan, perdamaian, dan krisis lingkungan hidup kenapa masih dipetak-petakan dalam agama,” terang Indah kepada TribunSolo.

“Isu-isu itu perlu disikapi dengan terwujudnya srawung dan kerjasama yang baik antar kaum beragama,” imbuhnya membeberkan.

Dari pantauan TribunSolo.com, pagelaran tersebut dibuka dengan perarakan keris oleh para perwakilan agama dan kepercayaan pukul 08.10 WIB.

Sosok Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo juga tampak mengikuti prosesi perarakan keris itu.

Untuk diketahui, Pagelaran Kitab Suci dan Budaya Lintas Agama dimeriahkan komunitas agama dan kepercayaan di Solo, antara lain MAKIN Kota Solo dan BAGKS.

Seusai perarakan keris, acara dilanjutkan dengan pementasan seni Barongsai dari Komunitas Agama Khonghucu Indonesia Kota Solo dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya.

Ketua Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang, Romo Eduardus Didik, Pagelaran Kitab Suci dan Budaya Lintas Agama dapat menjadi kesempatan antar umat beragama dan kepercayaan menjalin persaudaraan yang lebih baik lagi.

“Sekaligus (dapat) menanam benih persaudaraan, dan menanam perdamaian,” tutur pria yang akrab disapa Didik itu.

“Kita kiranya terpanggil benar benar menjaga dalam diri kita sendiri, keluarga, dan masyarakat Solo Raya, dan nantinya bisa saja merembet sangat besar ke negara kita,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo mengapresiasi penyelenggaraan Pagelaran Kitab Suci dan Budaya Lintas Agama.

“Ini bisa sebagai sarana membangun iklim kondusif di tengah prinsip kebhinekaan bangsa indonesia,” kata pria yang akrab disapa Purnomo itu.

“Keberagaman umat beragama jika dikelola dengan baik dengan prinsip menghargai dan menghormati akan mampu menghasilkan pelangi kehidupan yang sangat indah,” imbuhnya menekankan.

Purnomo berharap masyarakat Kota Solo secara bersama-sama menciptakan hidup yang rukun, damai, tentram, dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

“Kita wujudkan Kota Solo yang aman, nyaman, dan kondusif untuk ditinggali siapapun,” tutur Purnomo.

 

Sumber : tribunnews.com

Komentar Anda

komentar