Universitas Ma Chung Malang kembali menggelar acara keberagaman bertajuk Orientasi Based On Reflection (OBOR). Kegiatan yang bertujuan menghidupi keberagaman ini untuk kedua kalinya mengambil bentuk live in lintas iman di Kota Batu. Bekerja sama dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan Polres Batu, live ini diikuti 70 peserta selama tiga hari, Senin hingga Rabu (23-27/7).

Setelah acara pembuka yang digelar di ruang Rupatama Polres Batu, para peserta kemudian disebar ke enam komunitas keagamaan di Kota Batu. Komunitas keagamaan tersebut adalah Pondok Pesantren Al-Hidayah, Klenteng Kwan Im Tong, Gereja Katolik Gembala Baik, Biara Santa Maria, Wihara Dhammadipa Arama, dan Pura Luhur Giri Arjuno.

Ketua panitia OBOR 2 Live In Lintas Iman, Felik Sad Windu Wisnu Broto, menjelaskan, 70 peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa, namun juga dosen dan staf Universitas Ma Chung. Di samping itu, ada pula mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Islam Malang (Unisma), dan UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.

Pada penyelenggaraan tahun ini, kami terbuka untuk universitas lain yang bergabung,” ujar Felik. Dengan partisipasi dari kampus lain, kata dia, diharapkan nilai-nilai toleransi yang dipetik dari kegiatan live in lintas iman, dapat dirasakan oleh mahasiswa di luar Universitas Ma Chung.  “Semoga mereka bisa menemukan mutiara indah dari pengalaman live in ini. Mereka bisa belajar mempraktikkan toleransi,” lanjut Felik yang juga menjabat Kabag Kemahasiswaan Universitas Ma Chung ini.

Felik menambahkan, dipilihnya kembali Kota Batu karena aman dan kondusif. Kehidupan antar umat beragama di Kota Batu dikenal rukun, damai dan toleran. “Antar pemeluk agama yang satu dengan yang lainnya saling menghormati dan penuh toleransi,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Ketua FKUB Kota Batu, H Abdul Rokim Ismail, pilihan tepat bila mahasiswa Universitas Ma Chung belajar toleransi di Kota Batu. FKUB Kota Batu selalu mendukung kegiatan yang bertujuan membangun kerukunan umat beragama.

Wakapolres Batu Kompol Nurmala, juga mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya kegiatan Obor 2 Live In Lintas Agama sejalan dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo bahwa sikap intoleransi masih menjadi kekuatan yang mampu memantik konflik sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dengan kegiatan seperti ini akan lebih menumbuhkan rasa toleransi antar umat beragama semakin kuat khususnya di Kota Batu. Mengingat tahun 2018-2019 merupakan tahun politik jangan sampai agama dijadikan alat untuk berpolitik,”ujar Kompol Nurmala.

Sumber: timesindonesia.co.id

Komentar Anda

komentar