Meski suasana terbilang mencekam pasca pemboman tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) lalu, beragam elemen sipil masyarakat tetap memberikan dukungan dan semangat kesatuan dalam sejumlah aksi. Tidak hanya di Surabaya, di berbagai kota di Indonesia aksi damai menolak terorisme dan memberikan dukungan pada persatuan bangsa juga digelar di berbagai daerah.

Di Surabaya sendiri sejak Minggu siang, sejumlah elemen masyarakat terlibat aksi simpatik yang spontan untuk mendonorkan darah bagi korban pemboman. Para pendonor ini limpah memadati PMI Kota Surabaya dan menyatakan siap mendonorkan darahnya.

Masyarakat surabaya mendonorkan darah (merahputih.com)

Hari ini membludak setelah insiden itu. Masyarakat rasa pedulinya luar biasa. Kami hitung bisa mencapai 600-an orang yang mendonorkan hanya beberapa jam setelah kejadian,” kata Dr. Martono, Kepala Bagian Pelayanan Donor UTD PMI Surabaya.

Menjelang malam hari hampir 1000-an warga Surabaya juga menggelar aksi simpatik di alun-alun kota. Slogan “Surabaya Wani” (Surabaya berani) diserukan berkali-kali sebagai respon terhadap aksi terorisme.

Sejumlah kota juga melakukan aksi simpatik spontan di malam itu. Di Bandung, sejumlah organisasi pemuda dan mahasiswa menggelar aksi bersama di depan Gedung Sate sejak pukul 19.30. Demikian pula di sejumlah titik di Jakarta, diantaranya di taman Suropati. Di Medan secara spontan 2000-an warga masyarakat berkumpul Lapangan Merdeka, Medan, mereka menyalakan lilin sembari menyanyikan lagu bertema kesatuan bangsa.

Masyarakat Bandung menggelar aksi solidaritas (kompas.com)

Masih di malam yang sama, warga kota Bogor berkumpul di Tugu Kujang dan menyalakan lilin sebagai simbol harapan. Sementara itu ratusan orang dari berbagai agama di Pasuruan berkumpul di pelataran Gereja Katolik St. Theresia Pandaan menggelar doa bersama bagi para korban pemboman. Di Tugu Palputih Yogyakarta ada 300-an orang berkumupul menyatakan solidaritasnya. Demikian pula di Balikpapan, Sidoarjo, Batam dan Semarang.

Tidak hanya sampai disitu, di hari berikutnya (14/5), sejumlah aksi simpatik juga digelar di Gorontalo, Menado, Kediri, Salatiga, Jayapura, Garut dan banyak kota lain. Aksi-aksi ini menunjukkan rasa duka sekaligus penolakan yang tegas atas terorisme. Dalam tiap aksi juga diserukan dukungan penuh kepada pemerintah Indonesia dan aparat kepolisian agar melakukan upaya yang semaksimal mungkin mengatasi permasalahan yang mengancam kemanusiaan ini.

Para peserta aksi yang berasal dari berbagai elemen sipil masyarakat juga menyadari bahayanya ekstrimisme dalam beragama. Mereka bersepakan bahwa agama pada prinsipnya tidak akan pernah membenarkan aksi teror seperti ini. **arms

Komentar Anda

komentar