Selepas membuka dengan doa, dengan tenang K.H Maftuh Kholil menendang bola di tengah lapangan. Sirine dan peluit panjang pun mengiring momen itu. Menandakan dimulainya turnamen futsal bertajuk Diversity Cup di Bandung, hari ini, Kamis (26/10). Turnamen yang melibatkan 32 tim dari berbagai lembaga agama, kampus, dan komunitas itu merupakan upaya untuk membangun semangat toleransi dan keberagaman bagi kaum muda. Rencananya akan berlangsung tiga hari hingga Minggu (28/10), bertempat di MB Futsal, Cipedes, Bandung.

Acara ini merupakan kerja bersama Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS), Jaringan Mahasiswa Lintas Agama (Jarilima) dan sejumlah lembaga keagamaan dan organisasi kaum muda di Bandung. Boleh dikatakan, ini merupakan variasi baru untuk mendekatkan kaum muda dengan semangat keberagaman dan toleransi. Acara ini sendiri dirancang oleh para pemuda dan memang terutama ditujukan untuk kaum muda pula.

Bagi anak-anak muda, pertemuan keberagaman tidak harus selalu formal di dalam ruang kelas atau seminar. Perjumpaan itu bisa dilakukan dan lebih terasa lewat permainan bersama,” demikian ungkap Kiagus Zaenal Mubarok, Ketua FLADS, saat menyampaikan salah satu sambutan di pembukaan acara.

Hal senada juga diakui oleh pembina Jarilima, Sukanto Aliwinoto. Ia menekankan bahwa dalam turnamen seperti ini, yang ditekankan bukanlah soal pertandingan atau kompetisinya, namun semangat yang ada di dalamnya, seperti kebersamaan, sportivitas, serta kerjasama.

Keakraban itu sendiri sudah mulai terlihat di tengah peserta. Meski sebagian besar belum mengenal satu sama lain, mereka tidak canggung untuk duduk bersama dan memulai inisiatif untuk berkenalan. Di hari pertama yang berisi 12 sesi pertandingan itu, 150-an peserta, panitia dan para suporter terlihat segera membaur, tanpa melihat perbedaan diantara mereka.

Kami ini kan cuma menyediakan ruang perjumpaannya. Harapannya kawan-kawan muda ini bisa terus menggelindingkan bola untuk menyebarluaskan semangat perdamaian dan keberagaman. Di luar kompetisi ini, mereka tentu bisa saling berkenalan dan ke depannya bisa aktif dalam membangun upaya kebersamaan seperti ini,” ujar Johan Eduard dari Jarilima yang ikut terlibat dalam kepanitiaan turnamen ini.

Semangat merayakan keberagaman ini tentu semakin apik dengan momen Sumpah Pemuda. Harapanya kaum muda Bandung bisa meneladani semangat persatuan itu, dengan sportivitas, kerja sama dan kebersamaan. **arms

Komentar Anda

komentar