Program Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (MEP) kembali dilangsungkan. Program pertukaran kaum muda Muslim antar dua negara ini sudah dimulai sejak tahun 2002 oleh Australia-Indonesia Institute. Lebih dari 200 pemimpin muda Muslim dari kedua negara telah berpartisipasi, memperoleh pengalaman tentang Islam dan keanekaragaman di negara masing-masing.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan saling pengertian, kerjasama, dan toleransi serta persaudaraan antar masyarakat Muslim di Australia dan Indonesia. Tokoh pemimpin Muslim muda dengan berbagai profesi seperti penulis, akademisi, pekerja lembaga swadaya masyarakat, mendaftarkan diri dan dilibatkan dalam program ini.

Peserta MEP saat mengunjungi PP Muhammadiyah

Tahun ini ada sebanyak 5 orang delegasi muda Muslim Australia berkunjung ke Indonesia, sementara ada 10 delegasi muda Muslim Indonesi berkunjung ke Australia.

Di Indonesia kaum muda Australia berkunjung ke Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka secara langsung mencari pengalaman tentang keberagaman dan toleransi beragama di Indonesia serta berbagi pengalaman mereka tumbuh besar di Australia, negara dengan agama yang beragam.

Peserta melalui Program Pertukaran Muslim (MEP) mencerminkan keragaman multikultural Australia. Mereka terdiri dari 3 perempuan dan 2 laki-laki dari Melbourne, Sydney, dan Canberra. Kelima peserta MEP ini berasal dari berbagai macam latarbelakang profesi. Ada Saba Awan, yang bekerja di Australian Departement of Social Services, Abdul Hameed Kherkhah seorang Atlet Kriket, Anam Javed seorang guru Biologi dari Eltham High School, Siddick Tegally Sekretaris Ballarat Regional Multicultural Council, dan Eiman Al Ubudy seorang peneliti muda.

Dalam program yang berlangsung selama 2 pekan, Senin (5/3) hingga Sabtu (17/3), kelompok ini akan bertemu organisasi-organisasi Islam, para pemimpin komunitas, pesantren, akademisi, dan media. Program mereka mencakup kegiatan budaya dan antar-agama seperti menghadiri ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal dan mengunjungi Candi Borobudur.

Program Pertukaran Muslim membangun dan memperkuat hubungan antara para pemimpin muda Muslim di Australia dan Indonesia, membekali mereka dengan pengalaman yang mengubah hidup,” kata Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia, Allaster Cox dalam siaran pers Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Selasa (6/3).

Sumber: republika.co.id

Komentar Anda

komentar