“Saya Menteri Agama untuk semua agama”, demikian diungkapkan Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama RI, ketika menerima Majelis Pekerja Harian (MPH) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia di Kantor Kementerian Agama RI pada Jumat sore (22/01).

Lebih lanjut, Menteri Agama menekankan bahwa dia tidak menghendaki adanya kelompok agama yang terdiskriminasi atau dimarjinalkan oleh Kementerian Agama. Melalui pertemuan silaturahim ini MPH-PGI dan Menteri Agama berbagi informasi dan pengalaman seputar membangun kehidupan bersama di tengah masyarakat majemuk Indonesia.

Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom, mengawali pertemuan dengan mengucapkan selamat atas terpilihnya beliau sebagai Menteri Agama, serta menitipkan harapan besar dalam kepemimpinan beliau terhadap kemajemukan di Indonesia. Pdt. Gomar juga mengatakan bahwa tugas yang dihadapi Kementerian Agama saat ini tentu tidak mudah khususnya dalam mengelola kemajemukan Indonesia, yang belakangan ini sering digugat oleh perilaku sektarianisme dan intoleran, dan tak jarang berlatar agama.

Selanjutnya, Pdt Gomar menjelaskan tentang keberadaan dan pergumulan PGI, sebagai forum dari gereja-gereja dari ragam denominasi yang ada di Indonesia, dalam menghadirkan diri di tengah masyarakat dan bangsa Indonesia. Pdt Gomar menjelaskan, bahwa Protestantisme itu sangat liberal, sehingga memang mudah memunculkan denominasi dan/atau sinode baru. Itu sebabnya di luar PGI juga masih ada persekutuan-persekutuan lain, seperti persekutuan dari denominasi Pentakosta maupun persekutuan dar denominasi Injili. “Namun demikian, di PGI juga ada dari kalangan Pentakostal dan dari kalangan Evangelikal atau Injili.”

Hal lain yang diungkapkan Pdt Gomar adalah perlunya negara, dalam hal ini Kementerian Agama, untuk hati-hati dalam mengeluarkan regulasi yang berkaitan dengan kehidupan bergereja. “Kami memahami kehadiran Ditjen Bimas Kristen adalah dalam rangka memfasilitasi pembinaan umat, dan olehnya hendaknya tidak memasuki ranah teologi atau ajaran gereja, karena hal itu sangat sensitif di tengah keragaman tradisi teologis dan denominasi gereja-gereja di Indonesia”.

Baca juga:  Mencegah Konflik Horizontal di Jayapura dan Wamena

Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacky Manuputty juga turut memberikan ucapan selamat atas amanah yang diterima oleh Menteri Agama yang sering disapa Gus Yaqut tersebut. Tugas yang tidak mudah ini namun menurutnya ia tak ragu akan kapasitas Menteri Agama yang telah dipercayakan duduk dalam Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai dan hangat tersebut juga diperbincangkan beberapa isu lain seperti masalah tentang sikap gereja-gereja mengenai masalah Palestina, kristen sionis, teologi kemakmuran, isu Papua, serta gesekan-gesekan yang timbul dalam internal umat.

Sekum PGI juga menyampaikan bahwa saat ini PGI concern terhadap 3 krisis kebangsaan dan 1 tantangan. 3 krisis yang dimaksud antara lain krisis kebangsaan, krisis ekumenikal, dan krisis ekologi serta tantangan transformasi digital industri 4.0. Pdt. Jacky juga menyinggung upaya-upaya untuk tetap melakukan kegiatan-kegiatan lintas iman, misalnya program Gereja Melawan Covid-19 (GMC-19) yang dalam pelatihan relawannya melibatkan Komunitas Dompet Dhuafa.

Ketua PGI, Olly Dondokambey, yang juga merupakan Gubernur Sulawesi Utara, turut hadir dan mengatakan bahwa PGI berharap dengan kepemimpinan Menteri Yaqut dapat membuat komunikasi antara PGI dan pemerintah semakin baik dalam berbagai hal demi kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Menteri Agama menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini. Beliau kembali menegaskan bahwa keberadaannya sebagai Menteri Agama bukanlah hanya bagi agama tertentu namun bagi semua umat dari agama-agama yang ada di Indonesia. Beliau bahkan menunjukkan sebuah lukisan yang cukup besar di pojok ruangannya yang melukiskan Presiden Pertama Soekarno yang sedang menggendong seorang pahlawan.

“Lihatlah pahlawan yang digotong tersebut, dia mengenakan salib. Dan lukisan ini dilatarbelakangi oleh gambaran suasana beberapa rumah ibadah.” Menurut Menteri Agama, lukisan tersebut khusus dipindahkannya dari Ansor ke ruang pertemuan untuk diperlihatkan kepada setiap orang yang datang agar memahami bahwa semua agama ikut berjuang untuk Republik ini, dan menegaskan komitmennya untuk menjadi Menteri Agama bagi semua orang.

Baca juga:  6 Agama di Indonesia: Kitab Suci dan Hari Besarnya

Sebelum pertemuan berakhir PGI juga menyampaikan mengenai undangan bagi Menteri Agama untuk menyampaikan ceramah dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) yang akan berlangsung pada 25-26 Januari 2021 mendatang. Menteri Agama Gus Yaqut mengatakan kesiapan dan kesediaannya hadir di dalam Sidang MPL PGI tersebut. “Saya akan berupaya menghadiri langsung dari Kantor PGI.” Sahutnya setelah diberikan jadwal dan undangan.

Turut serta dalam pertemuan tersebut Pdt. Krise Gosal (Wakil Sekretaris Umum), Arie Moningka (Wakil Bendahara Umum), Pdt. Jimmy Sormin (Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian & Keutuhan Ciptaan), Herman Lumbantoruan (Staf Sekretariat) dan Yessica Patricia (Biro Pemuda & Remaja).

Sumber: pgi.or.id

Bagikan

Komentar Anda

komentar