Ada oleh-oleh menarik dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang belum lama ini mengunjungi dua negara Eropa Timur, Georgia dan Ukraina.

Kapolri datang ke Georgia untuk menghadiri undangan Ministry of Internal Affairs dan Service Agency. Setelah itu, Tito terbang ke Kiev, untuk bertemu Kepala Kepolisian Ukraina Serhiy Knyazev, membahas gagasan tentang kerja sama bilateral penanganan kejahatan siber, extra ordinary crime, pertukaran Informasi Kepolisian dan Capacity Building, bertempat di Dnipro, Kiev.

Ada momen menarik saat kapolri dan sejumlah pejabat yang menyertainya ikut dalam shalat berjamaah di Kota Kiev, Ukraina. Tito yang kala itu menggunakan jaket serta berkopiah hitam, berdiri di samping Duta Besar RI untuk Ukraina Yuddy Chrisnandi. Ia tampak khusuk mengikuti salat berjamaah.

Setelahnya, mereka pun berdiskusi tentang kehidupan umat muslim di Ukraina bersama Imam Besar Masjid Kiev, Mufti Syeikh Akhmed. Dalam pertemuan itu, Syeik Akhmed mengungkapkan tentang perkembangan umat Islam di Ukraina.

Umat Islam di Ukraina yang jumlahnya sekira 2 persen, namun muslim Ukraina mendapatkan pengakuan dan peran yang sama dengan agama lainnya, yang mayoritas Kristen orthodoks. Toleransi beragama di Ukraina sangat baik. Pemerintah menaruh perhatian yang baik kepada ummat Islam di sini,” ungkap Syeikh Akhmed, Rabu (7/2).

Islam selalu disebut agama radikal, dikaitkatkan dengan terorisme. Namun di Ukraina, Islam tumbuh dan bisa berdampingan dengan ummat lainnya secara baik dan damai,” lanjut Mufti Syeikh Akhmed.

Menangani hal tersebut, Kapolri mengatakan, sebagai negara dengan jumlah penganut Muslim terbesar, Indonesia selalu ingin menjalin hubungan dengan berbagai negara dan komunitas Muslim lainnya di manapun, untuk menyebarluaskan pesan Islam sebagai agama yg membawa perdamaian yang rahmatan lil alamin.

Tito juga mengharapkan Mufti Ukraina bisa berkunjung ke Indonesia dan melihat langsung kehidupan umat Islam Indonesia yang toleran terhadap agama lainnya.

Sementara itu, Dubes RI, Yuddy Chrisnandi mengapresiasi kunjungan Kapolri Tito ke Georgia dan Ukraina sebagai momentum berharga untuk mempererat hubungan diplomatik kedua negara khususnya kerjasama antar kepolisian negara.

Kunjungan Kapolri Tito, sangat efektif, bermanfaat dan akan berlanjut. Memiliki nilai Diplomasi yang tinggi,” ujar Yuddy.

Sumber: liputan6.com

Komentar Anda

komentar