Nyepi tidak hanya dirayakan di Pulau Bali. Perayaan hari Nyepi oleh umat Hindu di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Kamis (7/3) juga berjalan dengan khidmat. Masyarakat daerah itu selalu mengedepankan toleransi antar umat beragama dalam menghormati perayaan-perayaan hari keagamaan.

Sejak sebelum perayaan Nyepi di Muba, atau saat perayaan upacara Melasti di Kecamatan Plakat Tinggi dan Bayung Lencir, umat Hindu menjalankan ibadahnya dengan tenteram. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Muba dan komunitas serta organisasi kepemudaan lintas agama turut andil membantu jalannya upacara kesucian tersebut.

Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendatangi secara langsung umat Hindu yang sedang melaksanakan upacara Melasti di Desa Mendis, Kecamatan Bayung Lencir, Rabu (6/3).

Beni berpesan agar umat Hindu di Muba juga turut berperan dalam menuntaskan masalah tindakan atau upaya intolerasi memecah bangsa, baik tindakan anarkis, penyebaran hoax, dan ujaran kebencian.

Saya berharap umat hindu di Muba terus menjaga kelestarian hidup, serta sama-sama membangun perilaku yang peduli pada lingkungan sekitar. Di Bali umat hindu di kenal dengan semangat saling tolong menolong. Mari kita tularkan itu di Muba,” katanya

Sementara itu saat mengucapkan selamat merayakan Nyepi mewakili pemerintahannya, Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin turut mengakui kerukunan yang juga merupakan kontribusi umat Hindu di Muba.

Momentum perayaan Nyepi ini menunjukkan semua umat beragama di Muba ini sangat menjaga kerukunan dan toleransi sesama,” kata Dodi. Menurutnya, meski sedang melaksanakan perayaan Nyepi, umat Hindu di Muba juga turut andil berkontribusi dalam kebangkitan dan menjalankan toleransi antar umat beragama. Saat ini pula, dirinya tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur tetapi juga sedang giat mensosialisasikan zero konflik di Musi Banyuasin.

Peringatan hari raya Nyepi di Muba yang berjalan lancar menggambarkan masyarakat menjunjung tinggi toleransi umat beragama. Selain itu menjadi perekat kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber: urban.id

Komentar Anda

komentar