Hari itu berlangsung dengan penuh keceriaan. Meski cukup padat dengan kegiatan, anak-anak mengikutinya dengan penuh semangat. Di Rabu (13/6), sekitar 150 orang anak dari pusat pengembangan anak (PPA) Pelangi Kasih yang merupakan organisasi binaan dari sejumlah gereja di Waingapu melaksanakan stady tour. Anak-anak usia SD dan SMP ini mengikuti kegiatan berupa permainan matematika Bela Negara bersama Kodim 1601 Sumba Timur.

Kegiatan itu berlansung, di Vila Horizon Disin Laipori, Dusun Laipori, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan permainan matematika bela negara tersebut diisi oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 1601 Sumba Timur, Letkol Inf. Zaenuddin, SE, beserta tim dari Babinsa Koramil 1601-05 Kota Waingapu, Sertu Abdi Muslimin serta Sertu Muslihudin.

Letkol Inf. Zaenuddin dalam memberikan materinya mengatakan, toleransi antar umat beragama harus dilaksanakan dan menjadi ciri utama di Indonesia. Dimana negeri ini terdiri dari banyak suku, agama dan bermacam keyakinan, sehingga toleransi antar umat beragama, antar suku dan banyak perbedaan lain sangat diperlukan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama dan menjaga keutuhan negara.

Menurut Zaenuddin, setelah reformasi, sekolah-sekolah umunnya kurang menekankan pelajaran Pancasila, sehingga diharapkan kepada para anak, agar memiliki inisiatif sendiri untuk belajar Pancasila melalui internet dan sarana lainnya, sehingga memiliki pengetahuan Pancasila tersebut.

Dalam Pancasila telah disebutkan dan dijelaskan tentang pemahan toleransi dan kerukunan antar umat beragama serta sikap cinta tanah air dan Pancasila merupakan dasar dari negara Indonesia,” ujarnya.

Zaenuddin meyakini tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan, sehingga tiap anak Indonesia diharapkan senantiasa membentengi diri dengan ajaran agama masing-masing, sehingga akan mudah tidak dipengaruhi oleh paham ekstrim yang sangat berbahaya.

Zaenuddin juga memuji bagaimana kerukunan umat beragama di Waingapu dan wilayah Sumba secara umum, sudah terjalin sangat bagus. Ia berpesan agar anak-anak tidak jangan merusak hal tersebut dengan melakukan tindakan yang tidak terpuji kepada pemeluk agama lainnya. Justru harus terus memupuk dan mempertahankan kerukunan beragama agar kedepannya lebih bagus lagi dari yang sekarang.

Sumber: tribunnews.com

Komentar Anda

komentar