Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, mengaku sangat terkesan atas dibuatnya kesepakatan “Deklarasi Menolak Paham Radikalisme, Berita Hoax, dan Ujaran Kebencian” yang dirancang serta dibacakan oleh para tokoh agama di Desa Rama Agung, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu. Menteri Agama menghargai ikrar para tokoh dan menyebut Desa Rama Agung sebagai desa kerukunan umat beragama yang bisa dicontoh oleh kelompok masyarakat yang lain.

Warga Desa Rama Agung yang ada di wilayah kecamatan Arga Makmur ini memang memeluk agama yang berbeda-beda, ada yang Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha. Wilayah ini juga dihuni berbagai etnis, yang telah lama hidup bersama. Mereka bersepakat memelihara kerukunan, dan hidup damai berdampingan dalam keragaman.

Deklarasi itu memuat komitmen untuk senantiasa menjaga kedamaian, kerukunan, persaudaraan, dan keadilan antarumat beragama; menciptakan suasana sejuk dan harmonis; memelihara keberagamaan dan perbedaan dengan saling menghormati antarsesama umat beragama; menolak segala bentuk intimidasi, pemaksaan agama/keyakinan;  menolak kekerasan; serta menolak semua paham radikalisme, berita hoaks yang mengatasnamakan agama yang dapat mengancam perpecahan antarumat beragama.

Mereka juga mendukung pemerintah dalam menegakkan konstitusi yang melindungi hak warga negara dalam menjalankan agama dan keyakinannya.

Kerukunan antarumat yang hakikatnya beragama ini bukan sesuatu yang jatuh dari langit, akan tetapi sesuatu yang harus diikhtiarkan agar senantiasa mewujud di lingkungan kita,” ungkap Lukman Hakim saat mencanangkan desa itu sebagai desa kerukunan umat beragama di Aula Asrama Haji Kota Bengkulu, Jumat (3/8). “Seyogyanya dicontoh oleh masyarakat lainnya,” lanjut menteri Lukman.

Kegiatan pencanangan Desa Rama Agung sebagai desa kerukunan umat beragama itu merupakan bagian dalam kunjungan kerja selama dua hari, kementerian agama ke Provinsi Bengkulu. Dalam kunjungan ini Menteri Agama juga mengapresiasi upaya para penyuluh dan tokoh agama menjaga dan merawat kerukunan antar-umat beragama.

Para penyuluh agama, menurut Lukman, memiliki kontribusi besar dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. “Nilai-nilai agama oleh para pendahulu kita adalah sesuatu yang merajut keanekaragaman kita,” tutupnya.

Sumber: antaranews

Komentar Anda

komentar