Dalam talkshow bertema “Perbedaan itu Aset dan Asik” di Bandung, Kamis (4/4) Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengaku optimis terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Hal itu, ia katakan karena adanya bonus demografi dengan keberagaman yang luar biasa. “Generasi muda, merupakan aset dan kunci utama terhadap kemajuan bangsa. Oleh karenanya mereka perlu dibekali dengan wawasan yang luas untuk membangun bangsa,” ungkapnya.

Selanjutnya, Lukman juga menyampaikan pentingnya nilai-nilai toleransi untuk dimiliki generasi muda. Terlebih, sikap toleransi terhadap perbedaan dan keberagaman. “Jika mengingkari keragaman sesungguhnya bukan saja mengingkari ke-Indonesiaan, tapi juga mengingkari takdir Tuhan. Karena pada dasarnya, perbedaan yang ada merupakan kehendakNya,” ujarnya.

 “Kenapa harus beragam? Manusia adalah makhluk yang terbatas. Sehebat apapun manusia, pasti memiliki keterbatasan, tidak ada yg sempurna. Maka, Tuhan menciptakan kita beragam, bisa saling melengkapi, saling mengisi, saling menyempurnakan satu dengan yang lain, karena kita saling terbatas,” sambungnya.

Lukman juga menuturkan, keyakinan akan Tuhan perlu dilandasi dengan rasa. Sehingga muncul toleransi dan sikap tenggang rasa agar mau menerima perbedaan lain dan kemauan untuk ikut merasakan perbedaan pada diri orang lain. “Sehingga, kemudian kita bisa masuk ke dalam perspektif, yaitu untuk kemanusiaan,” imbuhnya.

Terkait perbedaan, Lukman mengingatkan agar agama senantiasa tidak hanya dilihat dari keragamannya saja. “Sering kali hanya dikedepankan perbedaan yang sudah menjadi takdirnya berbeda. Namun seharusnya juga melihat dari esensi atau substansi ajarannya,” bebernya.

Menegakkan keadilan, persamaaan di depan hukum, pemenuhan hak-hak manusia, semua agama mengajarkan itu semua, tidak ada agama yang mengajarkan ketidakadilan. Nilai-nilai universal itu lah yang harus dilihat,” lanjutnya.

Talkshow ini merupakan bagian dari kegiatan #TheFutureisHere yang diselenggarakan oleh Lumina Kaya Indonesia berkerja sama dengan Kemendikbud RI dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi influencer nasional sekaligus tempat diskusi antara tokoh dengan influencer muda.

Menag yang tampil satu panggung bersama dua komika sekaligus influencer muda Indonesia Ernest Prakasa dan Arie Kriting menyampaikan pentingnya nilai-nilai toleransi untuk dimiliki generasi muda. Utamanya terkait sikap toleransi terhadap perbedaan dan keberagaman.

Sumber: telusur

Komentar Anda

komentar