Kami lakukan rutin setiap pekan. Masjid adalah tempat ibadah sehingga masjid dengan alasan apapun tidak boleh untuk berpolitik praktis,” kata AKBP Saptono, Kapolres Kudus. Ia tengah menceritakan apa yang diupayakan jajarannya. Semakin mendekati waktu penyelenggaraan pemilu, Kapolres Kudus bersama jajaran kepolisian resor Kudus memang rutin menyambangi masjid-masjid di Kudus. Selain untuk beribadah bersama masyarakat, juga sekaligus mengawasi tindak politisasi tempat ibadah.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untu menjaga toleransi beragama, agar di wilayah Kudus tetap kondusif. Tak hanya itu Polres Kudus juga memberikan bantuan karpet untuk masjid dan santunan kepada anak-anak yatim serta anak cacat permanen di sekitar Masjid Darussalam Desa Garung Kidul Kecamatan Kaliwungu. “Semoga bisa memberikan manfaat bagi mereka,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Kudus, H.Ir.M.Tamzil berpesan kepada masyarakat agar bisa ikut menjaga situasi tetap kondusif di wilayah Kudus. Dikatakannya, tahun 2019 merupakan tahun politik yang harus disikapi dengan baik. Semua kalangan harus berperan dalam menjaga kondusifitas daerah. Maka dari itu, pihaknya berharap semua pihak dapat melaksanakan peran dan kontribusinya sesuai peran masing-masing. ”Kami minta masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga situasi kondusif,” katanya.

Di Kudus beberapa waktu yang lalu sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama menggelar deklarasi tolak politisasi tempat ibadah. Deklarasi itu dilakukan bersama oleh para tokoh-tokoh agama yang diinisiasi oleh ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kudus, Muhammad Ihsan. Ia bersama pemuka agama lainnya semakat untuk tidak mempolitisasikan tempat ibadah. ”Kami forum kerukunan umat beragama beserta organisasi masyarakat Kabupaten Kudus menyatakan menolak segala bentuk politisasi terhadap tempat ibadah,” ujar Ihsan menirukan ikrar bersama itu.

Hal senada pun telah dideklarasikan para takmir masjid se Kabupaten Kudus. Seluruh takmir masjid yang terdaftar berjumlah 687 orang itu mendukung apa yang dilakukan oleh FKUB. Mereka bertekad untuk terus mempertahankan fungsi asalai masjid, yang terbuka untuk semua ummat. Tidak memecah-belah, namun semakin membangun masyarakat.

Sumber: radar kudus

Bagikan

Komentar Anda

komentar