Jasa perjuangan beliau sudah jelas. Sejarah bisa membuktikan bila Mbah Moen itu tokoh agama yang mengajarkan nasionalisme dan patriotisme kepada santri dan seluruh masyarakat. Sampai akhir hayat, beliau untuk NKRI. Jadi kami sepakat meminta Presiden Jokowi keluarkan Kepres untuk menjadikan Mbah Moen sebagai pahlawan nasional,” demikian ungkap Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah Romo Aloys Budi Purnomo Pr

Penegasan  ini disampaikannya pada acara doa bersama 7 hari meninggalnya KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang digelar di Pastoran Johannes Maria Unika Sugiyopranoto Semarang Senin (12/8). Romo Budi, sapaan akrab Romo Aloys Budi Purnomo Pr bertindak selaku inisiator dan tuan rumah acara Doa Memule 7 Hari Mbah Moen yang digelar bersama Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) dan Gusdurian Semarang.

Romo Budi mengakui bahwa semasa Mbah Moen hidup tidak pernah membenturkan keindonesiaan dan keislaman. Sebaliknya, justru menyatukan Islam dan Indonesia yang kini dalam perspektif Islam Nusantara.

“Ada aura sejuk di dalam diri Mbah Moen. Selama beberapa kali saya sowan bertatap muka, beliau selalu menyampaikan persatuan nasional, dengan kerukunan umat beragama. Soal Islam, beliau menyatukan keislaman dan keindonesiaan dalam perspektif Islam Nusantara,” tuturnya.

Romo Budi melanjutkan, bagi Mbah Moen, NKRI tak berlawanan dengan keislaman. Keislaman dan keindonesiaan adalah laksana sepasang tangan yang merajut dan merawat keberagaman dan kebersatuan. “Semua diberi ruang setara sebagai warga bangsa. Mbah Moen tak pernah diskriminatif. Menerima dan merangkul siapa saja,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Pelita Semarang, Setiyawan juga mengungkapkan duka mendalam atas wafatnya KH Maimoen Zubair yang tidak hanya dirasakan umat Muslim. “Bukan hanya para santri dan umat Islam saja yang berduka, melainkan juga umat dari berbagai agama dan kepercayaan turut merasakan kehilangan sosok guru bangsa seperti beliau,” ucapnya.

Sebagai wujud cinta dan empati, sambungnya, beberapa tokoh lintas agama dan kepercayaan berkumpul untuk memperingati 7 hari wafatnya KH Maimoen Zubair. “Doa bersama untuk para tokoh biasa menjadi sarana mengenang dan mengambil teladan seperti KH Maimoen Zubair ini harus kita ikuti demi menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.

Sumber: nu online

Komentar Anda

komentar