Meninggalnya George Floyd, pria berkulit hitam umur 46 tahun di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat membuat dunia bergemuruh. Ribuan warga Amerika turun ke jalan memprotes tindakan rasisme tersebut.

Sebagian orang tua, termasuk saya sendiri, merasa anak-anak perlu memahami apa itu rasisme dan bagaimana mencegahnya. Meskipun anak saya masih balita, tapi saya ingin memastikan bahwa dia setara dengan teman-temannya yang lain. Tidak ada perbedaan, meskipun warna kulit berbeda, atau identitas berbeda.

Saya sependapat dengan Lukehart, salah seorang guru tingkat empat di negara bagian Illinois yang menyatakan bahwa anak-anak perlu memahami kasus George Floyd ini, kenapa masyarakat melakukan protes, dan memahami apa itu rasisme.

Kelompok tertentu dianggap lebih unggul dari kelompok yang lain. Jelaskan bahwa konsep ini sama sekali tidak benar.

Katakan bahwa perbedaan itu indah. Seperti taman yang dihuni oleh banyak bunga yang berwarna-warni.

Gajah meskipun dia besar, tidak boleh bertindak semena-mena terhadap semut yang kecil. Semut kecil akan sedih, dan kalau marah semut bisa menyerang gajah.

5) Biarkan mereka berbaur
Meskipun berbeda warna kulit, jenis rambut, atau jenis kelamin kita masih bisa bermain bersama dan belajar bersama. Bagi anak balita, dunia bermain adalah dunia paling menyenangkan. Biarkan mereka berbaur dengan teman-temannya yang beragam.

Jika dari balita sudah terbiasa bermain dengan teman yang beragam. Maka ketika dewasa mereka akan lebih siap bergaul dengan beragam latar belakang.

Ayah dan bunda perlu memperhatikan, dan sampaikan bahwa ejekan-ejekan seperti itu sebaiknya jangan digunakan karena bisa menyakiti perasaan orang lain. **MK

Sumber: medium

Komentar Anda

komentar