Pemerintah dan warga kota Bandung terus berupaya menghayati toleransi lewat semangat sejarah, juga semangat kekinian. Ini tampak dari sejumlah kampung toleransi yang dideklarasikan serta mewarnai kehidupan di Kota Bandung. Setelah dibuat di beberapa tempat, Gang Ruhana Jalan Lengkong Kecil juga diresmikan menjadi Kampung Toleransi.

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin, meresmikan kampung toleransi di Gang Ruhana, itu pada Jumat (11/5). Sebelumnya beberapa kampung toleransi juga telah diresmikan, seperti di Kelurahan Jamika pada Agustus 2017 lalu.

Bagi Solihin, esensi kampung toleransi adalah memberikan ketenangan dalam berkehidupan. Jarak yang dekat di antara setiap rumah ibadah menimbulkan suasana nyaman dan rukun.

Toleransi bukan sesuatu yang baru di Kecamatan Lengkong atau Bandung. Kota Bandung yang heterogen dari sisi kepercayaan tidak pernah mempermasalahkan itu. Di Lengkong sini, terbukti ada masjid (Al-Amanah), gereja (GIA Lengkong), dan vihara (Vihara Girimeta). Dan, kerukunan ini tidak pernah dipermasalahkan oleh kita semua,” ujar Solihin usai meresmikan Kampung Toleransi Gang Ruhana.

Solihin juga menilai, hidup setiap manusia datang dari perbedaan. Hal itulah yang membuat masyarakat berpikir bahwa perbedaan bisa menyatukan setiap masyarakat. Artinya, kata dia, perbedaan agama, suku, dan bahasa bisa bersatu dengan toleransi. “Jangan semata mempertahankan perbedaan, tapi harus juga mengupayakan untuk mempertahankan perdamaian. Meskipun kita lahir dari orang tua yang berbeda tapi kita bersaudara,” lanjut Solihin.

Dalam kesempatan ini, Solihin juga berpesan, ketika perbedaan pendapat, kebiasaan dan pilihan muncul ke permukaan dan menimbulkan perpecahan, maka sebagai masyarakat yang menjunjung nilai toleransi, kita harus mampu bermusyawarah dan saling menjaga.

“Yang penting antara satu dan lain bisa berjalan bersama, hidup rukun bersama tanpa mempermasalahkan perbedaan adalah indah. Jadi setiap masyarakat yang ada di Bandung apapun agamanya kita harus saling menjaga dan melindungi,” ujar Solihin.

Solihin juga berharap, nilai toleransi di Kota Bandung tidak hanya ada di Kecamatan Lengkong atau sejumlah daerah yang telah dipromosikan sebagai kampung toleransi. Dia berharap agar nilai tersebut tertanam di seluruh lapisan masyarakat. “Apalagi kondisi sekarang kita menghadapi pilkada, pileg, dan pilpres. Makanya kita harus menjaga nilai ini. Kita berharap semoga ini jadi embrio pencanangan kampung toleransi untuk wilayah yang lain,” tutupnya.

Sumber: ayobandung.com

Komentar Anda

komentar