Siska Amelia (28) dengan tenang memainkan ku-cheng alat musik khas Tiongkok yang menyerupai kecapi. Jemarinya dengan lincah dan telaten memainkan alat musik itu mengiringi beberapa lagu. Genre lagu yang ia bawakan merupakan lagu religi bertema sholawat, asmaul husna dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Siska merupakan salah satu pengisi dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama seniman se-Jawa Barat. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Yudhistira, komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Purwakarta itu berlangsung pada Jumat malam (19/11). Namun yang unik, Siska dikenal sebagai seorang penganut Katolik yang taat.

Budayawan Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang juga merupakan panitia kegiatan ini menyatakan kekagumannya atas konsep perayaan maulid kali ini. Menurut Dedi, kehadiran Siska membuktikan bahwa Peringatan Maulid Nabi bukan sekedar milik umat Islam. Lebih jauh, semangat dan teladan Nabi Muhammad, menurut Dedi, sudah menjadi spirit seluruh umat karena karakter akhlak adiluhung yang dimilikinya.

Saya terus terang terkesima. Ada teman saya jauh-jauh dari Bandung untuk turut hadir mengisi acara kita malam ini. Saya kira, ini menjadi bukti bahwa maulid bukan hanya dirasakan oleh kalangan muslim,” kata Dedi.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu mengajak semua pihak untuk tidak terjebak dalam suasana seremonial sebuah peringatan. Termasuk dalam hal ini, Peringatan Maulid Nabi Muhammad. Dedi berharap nilai keislaman dan nilai keindonesiaan dapat dibumikan sekaligus. Sebab, ia berkeyakinan hal tersebut merupakan inti ajaran Rasululullah saw.

Semangat toleransi itu bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam. Ada spirit rahmatan lil ‘alamiin (rahmat bagi seluruh alam) di situ. Sehingga, perilaku saling menghormati dan saling menghargai antar umat, mutlak diperlukan,” ujarnya.

Dalam memaknai rahmat bagi seluruh alam, Dedi juga menarik lebih jauh untuk mengajak seluruh umat untuk menjaga kelestarian alam. Tanpa itu, umat akan didera kesulitan dalam menjalankan ibadah keseharian.

Kemuliaan itu bukan hanya untuk sesama manusia, tetapi juga untuk seluruh alam ini. Hutan, sawah, gunung dan lautan harus kita jaga. Kalau tidak, ibadah umat akan terganggu karena negeri ini dilanda banyak bencana. Kelestarian alam merupakan orientasi bagi agama,” tutup Dedi.

Sumber: jabarnews.com; tribunews.com

Komentar Anda

komentar