Missa Natal terakhir baru saja usai. Umat Katolik yang menghadiri missa sore (25/12) di Katedral St. Petrus Bandung, sebagian mulai meninggalkan ruangan dan halaman gereja. Tapi Uskup Bandung, Mgr. Antonius Bunyamin, OSC bersama sejumlah romo dan umat katolik lainnya langsung menuju ruang di samping katedral. Mempersiapkan satu event yang sudah dilangsungkan selama sepuluh tahun.

Bermula dari gagasan awal untuk berbagi suka cita Natal bersama umat dari agama lain, keuskupan Bandung konsisten melakukan acara Open House Natal ini dengan mengundang tokoh serta komunitas dari berbagai latar belakang.

Malam itu, semarak kebersamaan juga dimeriahkan dengan tampilan angklung dan paduan suara, yang personilnya dari berbagai latar. Tidak hanya umat Katolik. Hadir pula pemimpin keagamaan Islam, Protestan, Khonghucu, Buddha, Hindu dan komunitas lintas iman, seperti Ketua FLADS, Kiagus Zaenal Mubarok, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung, KH. Ahmad Suherman, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung K.H Maftuh Kholil, Pengurus dari PHDI Jawa Barat, MAKIN Bandung dan MBI Bandung.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, juga turut memberi sambutan dalam acara Open House ini. Dengan nada bercanda pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengungkapkan bisa jadi ini adalah Natal terkahirnya sebagai wali kota Bandung, ia pun lantas menjelaskan kelebihan dan kekurangan yang telah dikerjakannya dalam isu kerukunan umat beragama, selama ia menjadi walikota.

Emil juga menekankan pentingnya upaya-upaya untuk terus mengajak dialog, termasuk dengan tiap orang yang punya pendapat berbeda. Baginya momen bertemu dalam dialog seperti ini adalah hal yang terus menjadi kebutuhan.

Uskup Bandung, Mgr. Antonius Bunyamin menegaskan komitmen gereja Katolik untuk terus membantu upaya kerukunan antar umat beragama di Kota Bandung. Secara khusus ia mengajak semuanya untuk mensyukuri kondisi beragama yang kondusif dan kebebasan beribadah yang cukup terpelihara di kota Kembang ini.

“Meski tentu saja masih ada sejumlah kekurangan dan kesulitan yang dihadapi, tapi kita bisa terus berjuang dan memunculkan harapan sebagai umat beragama akan kondisi yang aman dan rukun,” harap Mgr. Antonius. *arms

Komentar Anda

komentar