Kondusivitas kerukunan antarumat beragama yang ada di Bandar Lampung harus tetap terus terjaga dengan melibatkan seluruh pihak. Sekecil apa pun konflik yang ada harus diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan hal yang negatif.

Sebagai wujud memelihara kerukunan antarumat beragama tersebut, Kepolisian Resor Bandar Lampung menggelar forum silaturahmi kamtibmas antarumat beragama di ruang utama Polresta, Selasa, 4 Februari 2020. Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi Jaya, menjelaskan tujuan kegiatan dalam rangka mewujudkan kerukunan antarumat beragama sebagai tindak lanjut kejadian di Minahasa Utara. Diharapkan peristiwa tersebut tidak terjadi di wilayah Bandar Lampung.

“Saya berharap sekecil apa pun potensi konflik yang ada di wilayah Bandar Lampung dapat diselesaikan dengan baik. Hal itu tentunya dengan peran serta kita semua,” katanya.

Sementara Wali Kota Bandar Lampung Herman HN juga berharap apa pun permasalahan yang terjadi dapat dipecahkan bersama dengan tetap menjaga kerukunan umat beragama. “Setiap permasalahan itu pastinya ada jalan keluar. Oleh sebab itu, permasalahan yang timbul bisa dipecahkan bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Ketua FKUB Bandar Lampung Afif Ansori mengajak seluruh umat untuk mendalami inti ajaran agamanya masing-masing. Konflik yang terjadi agar disikapi dengan bijak agar tidak terjadi perpecahan.

“Kepada seluruh umat untuk bisa menyikapi setiap konflik dengan bijak agar jangan sampai terjadi perpecahan. Sebab, di setiap agama tidak ada yang mengajarkan untuk permusuhan,” ujarnya.

Pendeta Situmorang dalam dialog ini menuturkan menyikapi kejadian di Minahasa Utara, umat Kristiani sangat menyesalkan atas kejadian tersebut. “Atas nama umat Kristiani kami minta maaf dan besar harapan kami kejadian tidak terulang kembali,” katanya.

Biksu Badra Budi mewakili umat Buddha menuturkan pihaknya mencoba memberikan pemahaman kepada umat untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi.

Sumber : m.lampost.co

Komentar Anda

komentar