Ini merupakan kali keempat dibentuknya kampung toleransi di Kota Bandung. Kali ini giliran kelompok lintas agama di Jalan Sasak Gantung, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat mendeklarasikan kampung toleransi, pada Selasa (9/7).

Wilayah di Jalan Sasak Gantung ini merupakan kampung toleransi yang keempat di Bandung, setelah ada di kawasan Jamika, Paledang, dan Babakan Ciparay. Di wilayah ini memang ada sejumlah masjid, sekolah muslim, gereja, sekolah Kristen, serta vihara. Warga masyarakatnya juga cukup heterogen.

Menurut perwakilan dari kelompok muslim, Lukman Hakim, tujuan dideklarasikan kampung toleransi tersebut guna menunjukan perbedaan beragama dan berkeyakinan bukan untuk memecah – belah persatuan. Melainkan sebut Lukman, untuk saling membantu dalam pembangunan bangsa dengan menciptakan kedamaian.

Oleh karenanya persatuan dan kesatuan, kedamaian yang hidup saling berdampingan satu dengan yang lain, berbeda – beda agama bukan menjadikan satu kendala bagi kita. Malah justru perbedaan agama ini, menjadi satu kekuatan yang diikat, kebersamaan kita dalam dalam membangun masyarakat, bangsa dan Tanah Air kita,” kata Lukman.

Lukman menegaskan, menjaga toleransi antar umat beragama dan berkeyakinan dianggap lebih penting dibandingkan dengan acara seremonial deklarasi. Lukman mengingatkan menjaga toleransi antar umat beragama dan berkeyakinan harus terus dirawat meski tidak ada deklarasi.

Sementara itu perwakilan dari kelompok Kristiani, Felix Andrew berharap dengan adanya deklarasi kampung tolerasi di daerahnya, dapat tercipta kondisi kerukunan antar umat beragama dan berkeyakinan secara utuh. Felix menyebutkan sebelum adanya deklarasi kampung toleransi didaerahnya, kerukunan sosial antar umat beragama dan berkeyakinan sudah terjalin baik.

Kalau bisa kedepannya, mungkin saling membantu satu dengan yang lain juga, ieu lebih baik. Dalam hal pendidikan anak – anak yang tidak mampus sekolah, kita bisa saling membantu,” ujar Felix.

Kelompok lintas agama mengaku sangat memerlukan keberadaan kampung toleransi. Alasannya, yaitu dapat mempersatukan seluruh warga yang berbeda agama dan keyakinan untuk bisa saling bergotong – royong.

Sumber: liputan 6. com

Komentar Anda

komentar