Kita ingin berikan kontribusi sangat kecil untuk menjembatani masyarakat. Karena kata Pak Bupati, masyarakat harus berjalan dua jam kalau tidak lewat jembatan ini,” ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat meresmikan jembatan yang disebut dengan nama Jembatan Diplomasi di Garut, Jawa Barat. Jembatan itu menghubungkan Desa Cibunar di Tarogong Kidul dengan Desa Mangku Rakyat di Kecamatan Cilawu.

Peresmian jembatan ini merupakan kontribusi dan bagian dari acara ASEAN Charity Golf-Jakarta Ambassador Golf Association. Peresmian itu berlangsung pada Jumat sore (13/7). Jembatan ini merupakan jembatan gantung dengan panjang sekitar 60 meter yang terbentang di atas Sungai Cimanuk antara Desa Cibunar dan Mangku Rakyat.

Kalau biasanya kami sebagai diplomat menjembatani dua negara, kali ini betul-betul kami menjembatani secara fisik untuk menghubungkan dua kecamatan,” tambah menteri Retno dalam sambutannya.

Retno hadir didampingi Wakil Menteri A.M Fachir serta sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri lainnya. Kedatangannya disambut Bupati Garut Rudy Gunawan, Kapolres AKBP Budi Satria Wiguna, serta masyarakat sekitar. Retno pun berharap jembatan ini bisa membantu masyarakat. Salah satunya mempersingkat waktu tempuh.

Dalam sambutannya menteri Retno juga mengingatkan masyarakat agar menjaga toleransi dan mencegah konflik. “Kenapa kita usulkan nama Jembatan Diplomasi? Karena kita hidup dalam masyarakat pasti ada rasa tidak cocok, ganjalan satu sama lain. Sama halnya dengan kami, para diplomat beda kepentingan, beda pendapat, tapi selama diplomasi itu dijalankan, kita bisa terhindar dari konflik,” ujarnya.

Retno berharap keberadaan jembatan yang menghubungkan Desa Cibunar di Kecamatan Tarogong Kidul dan Desa Mangku Rakyat Kecamatan Cilawu itu memperlancar silaturahmi antarwarga. Dia juga mengingatkan kalau diplomasi antarwarga bisa menghindarkan konflik. “Selama kita berdiplomasi, insyaallah kita terhindar dari konflik. Makna diplomasi itu sama, baik diplomasi negara maupun masyarakat,” lanjut Retno.

Ia pun mengajak masyarakat untuk memupuk toleransi. “Kita di luar negeri sangat dihormati karena kita berbeda, kita majemuk. Kita negara dengan umat muslim terbesar tapi juga banyak agama dan kepercayaan lain, kita bertoleransi dengan baik. Dari situ Indonesia dihormati karena kemajemukan. Mari kita pupuk toleransi dan harmoni. Silih asah, asih, asuh itu secara terus menerus dapat hidup dengan damai,” tutupnya.

Setelah memberikan sambutan, Retno menandatangani prasasti serta menggunting pita tanda dibukanya jembatan tersebut. Ia beserta rombongan kemudian sedikit berjalan-jalan di atas jembatan baru itu.

Sumber: detik.com

Komentar Anda

komentar