Ini sudah banyak dipugar, karena sudah lama sekali. Kalau yang masih bentuk aslinya itu empat patria dan kubah. Itu benar-benar asli sejak pertama kali didirikannya bangunan ini,” ujar Syairodji pengurus Masjid Kali Pasir Tangerang. Menurut Syairodji, yang jelas terlihat dari bangunan asli masjid hanyalah empat buah tiang jati di dalam masjid dan kubah kecil bermotif Tiongkok.

Masjid Kali Pasir yang terletak di Pasar Lama, Tangerang, Banten memang menyimpan jutaan catatan sejarah. Bangunan yang berukuran sekitar 288 meter persegi tersebut diyakini sebagai masjid tertua di Tangerang. Dikisahkan dulu salah seorang Pangeran Kahuripan Bogor, Tumenggung Pamit Wijaya mencoba melakukan syiar Islam ke wilayah Banten. Hingga suatu ketika ia membangun Masjid Kali Pasir sekitar tahun 1671.

Bukan hanya bukti penyebaran Islam di Tanggerang, masjid yang memiliki kubah unik ini juga bisa menjadi saksi adanya jejak toleransi dan kerukunan umat beragama di wilayah Pasar Lama.

Berbeda dengan masjid pada umumnya yang memiliki kubah dengan desain Timur Tengah, pada kubah Masjid Kali Pasir terlihat sedikit sentuhan budaya Tiongkok. Selain itu menara di masjid Kali Pasir juga sedikit menyerupai pagoda. Tak jauh dari Masjid Kali Pasir, terdapat sebuah kelenteng Boen Tek Bio yang tak kalah tua dengan masjid tersebut. Dalam cerita masyarakat sekitar masjid, pembangunan masjid ini dulunya dilakukan secara gotong royong oleh warga di sekitar Sungai Cisadane yang beragama Muslim serta warga etnis Tionghoa.

Hal yang menarik lainnya dari Masjid Kali Pasir adalah tradisi untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad. Sebuah arakan perahu dibuat sebagai simbol datangnya para sesepuh Islam di Sungai Cisadane Tanggerang. Tradisi ini dimulai sejak tahun 1926 dengan mengisi buah-buahan ke dalam perahu. Meski berbeda pemaknaan, tradisi ini memang terlihat cukup mirip dengan tradisi perayaan Peh Cun di Kelenteng Bon Tek Bio [Lihat: Menghayati Kesetiakawanan di Perayaan Peh Cun Tangerang].

Hingga saat ini, aktivitas Masjid Kali Pasir memang seperti masjid pada umumnya. Hanya saja untuk salat Jumat, warga Tangerang lebih diarahkan untuk pergi ke Masjid Agung yang lokasinya tak jauh dari Masjid Kali Pasir. Hal itu dikarenakan lahan parkir yang begitu minim luasnya di masjid ini. Seseorang yang ingin datang ke Masjid Kali Pasir untuk melakukan wisata religi biasanya terpaksa memarkirkan kendaraannya di trotoar persis di depan masjid.

Di balik itu semua, Masjid Kali Pasir menjadi telah lama menjadi saksi bisu bagaimana penyebaran agama Islam di Kota Tangerang, juga menjadi saksi akan jejak toleransi yang telah lama ada di wilayah ini.

Sumber berita dan foto: merahputih.com

Komentar Anda

komentar