Ada momen bersejarah pada Kamis (8/3), saat putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, disambut Uskup Agung Canterbury Justin Welby di Istana Lambeth, yang terletak di pusat kota London. Istana Lambeth merupakan kediaman resmi Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, yang merupakan pemimpin spiritual dari jutaan umat Kristen sedunia yang berbagi komuni dengan Gereja Anglikan. Keduanya berbincang-bincang selama satu jam.

Selama berkunjung ke Istana Lambeth, Pangeran Mohammed ditemani Uskup Agung Canterbury melihat-lihat beberapa teks awal agama Kristen, Islam dan Yahudi. Salah satunya bagian dari manuskrip Al-Qur’an yang ditemukan di Perpustakaan Universitas Brimingham pada 2015. Manuskrip ini dipercaya sebagai salah satu manuskrip Quran tertua di dunia.

Pangeran Mohammed Bin Salman berjanji untuk mempromosikan toleransi antar agama. Pewaris tahta Kerajaan Arab Saudi itu mempromosikan negaranya yang kian toleran, modernisasi ekonomi dan bertekad untuk meningkatkan nilai investasi dan perdagangan dalam lawatan resminya ke Inggris, sekutu pertahanannya sejak lama.

Putra Mahkota menyatakan komitmennya yang kuat untuk mempromosikan berbagai tradisi iman yang terus berkembang, dan dialog antar agama baik di dalam maupun luar Kerajaannya,” demikian dikutip oleh pernyataan pers Istana Lambeth pada Jumat (9/3).

Uskup Agung Welby dalam suasana informal turut menyampaikan keprihatinannya terkait dengan pembatasan beribadah bagi umat Kristen di Kerajaan Arab Saudi dan menyorot pentingnya dukungan dari semua petinggi agama dalam kebebasan beragama atau kepercayaan, berkaca dari pengalaman Inggris.

Kritik Welby juga berlanjut saat ia “menyuarakan kesedihannya” terhadap situasi kemanusiaan di Yaman. Sebagaimana diketahui, aliansi pimpinan Saudi berperang disana, membunuh sekitar 10.000 orang dan menyebabkan 8,3 juta lainnya bergantung pada bantuan pangan.

Kritik yang lumayan sensitif terkait perang Yaman ini tentu berbeda dengan sambutan hangat pemerintah Inggris terhadap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman. Pangeran Mohammed diberitakan mengikuti jamuan makan siang bersama Ratu Elizabeth pada Kamis (8/30). Dia lalu bertemu Perdana Menteri Theresa May, menyetjui target peningkatan hubungan perdanganan dan investasi sebesar 65 miliar poundsterling. Pangeran Mohammed juga bertemu Menteri Keuangan Philip Hammond.

Sumber: cnnindonesia.com

Komentar Anda

komentar