Dalam rangka menguatkan generasi yang cinta damai, MAARIF Institute kembali menggelar Jambore Pelajar Teladan Bangsa yang ketujuh di Hotel La Ila, Jl. Soekarno Hatta No.123, Pane, Rasanae Bar, Bima, Nusa Tenggara Barat. Setelah sebelumnya dilaksanakan secara Nasional di Garut, Jambore ketujuh ini merupakan kali pertama dibuat secara regional, yang melibatkan 100 pelajar dari Kota dan Kabupaten Nusa Tenggara Barat.

Menguatnya ekstremisme dan kekerasan berbasis agama masih menjadi salah satu persoalan serius yang dihadapi bangsa Indonesia. Terlebih semakin banyaknya berita hoax yang bertebaran di media sosial turut membentuk pandangan dan sikap intoleran di kalangan masyarakat terhadap realitas kebinekaan. Namun MAARIF Institute menilai peluang untuk menyemai damai di bumi Nusantara belum sirna. Masih sangat banyak ada harapan untuk membangun bibit-bibit generasi damai, terkhusus di kalangan anak muda.

Jambore Pelajar Teladan Bangsa merupakan salah satu program dari rangkaian kegiatan pendampingan terhadap siswa SMA di beberapa kota Indonesia yang dilakukan oleh MAARIF Institute sejak 2012. “Kegiatan Jambore ini merupakan salah satu upaya masyarakat sipil dalam membantu Negara untuk menginternalisasikan nilai-nilai kebinekaan dan perdamaian, khususnya di kalangan pelajar SMA. Jambore kali ini mengangkat tema Menguatkan Generasi Cinta Damai di Kalangan Pelajar. Harapannya para peserta semakin memiliki keberanian dalam menebar damai di lingkungannya pasca mengikuti kegiatan Jambore,” ungkap Muhd. Abdullah Darraz, Direktur Eksekutif MAARIF Institute.

Kegiatan ini diapresiasi oleh Pejabat Walikota Bima, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH. Beliau memberikan sambutan dalam Seminar Jambore Regional NTB yang dilaksanakan di Hotel La Ila, Bima, Nusa Tenggara Barat (5/8).

Saya sangat mendukung dengan diselenggarakannya kegiatan Jambore Pelajar di Bima ini. Saya berharap kegiatan ini mampu memupuk persatuan, sikap cinta damai dan toleransi di kalangan pelajar di atas bingkai kebinekaan yang ada di Indonesia,” ujar Wirajaya Kusuma dalam sambutannya.

Jambore kali ini juga akan diikuti oleh 100 pelajar SMA terpilih yang berasal dari berbagai sekolah di kota dan kabupaten provinsi Nusa Tenggara Barat. “Peserta jambore ini adalah mereka yang telah terseleksi dan telah memenuhi persyaratan administratif. 100 peserta Jambore di NTB ini juga terdiri dari para pelajar SMA lintas agama,” kata Pipit Aidul Fitriyana selaku koordinator program.

Kegiatan jambore ini akan berlangsung selama lima hari dari Senin (3/9) hingga Jumat (7/9) dengan memadukan model pelatihan di dalam dan di luar ruangan. Materi in door akan disajikan oleh narasumber, baik yang datang dari Jakarta maupun dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sementara materi out door terdiri dari kunjungan ke beberapa lokasi, di antaranya sebuah Pondok Pesantren, Gereja, dan Pura.

Metode kunjungan ini akan memberikan ruang bagi peserta Jambore untuk melakukan dialog secara terbuka antaragama, dan akan menjadi pengalaman tersendiri yang sangat mengesankan bagi peserta,” lanjut Pipit.

Sumber: bimakini.com

Komentar Anda

komentar