Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengajak masyarakat Indonesia saling hormat-menghormati sesama pemeluk agama yang berbeda-beda. Ia mengatakan salah satu caranya yaitu dengan menyampaikan salam dari semua agama dan salam budaya lokal setempat ketika sedang berpidato di depan podium.

Menurutnya dengan memberikan ucapan selamat atas perayaan hari-hari besar agama yang diakui di Indonesia juga sebagai wujud sikap saling menghormati.

Ia menilai ucapan penghormatan terhadap peringatan hari- hari besar semua agama hendaknya jangan dikaitkan dengan akidah masing-masing agama. Pemberian ucapan tersebut bukan dalam rangka toleransi apalagi mengkompromikan akidah agama masing-masing, namun wujud toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai prinsip sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam kesempatan Pembukaan Kongres ke XXI GMNI di Ambon ia mengungkapkan selama bertahun-tahun telah memberikan ucapan selamat kepada saudara yang berbeda keyakinan saat merayakan hari besar agama.

“Bertahun-tahun lamanya saya sering memberikan ucapan selamat ketika saudara-saudara saya yang beragama lain merayakan hari besar agamanya, saya tidak pernah merasa hal seperti itu melunturkan akidah agama saya sebagai seorang muslim,” kata Basarah dalam keterangannya, Sabtu (30/11/2019).

Basarah berharap kongres GMNI merumuskan strategi perjuangannya agar GMNI dapat menjadi perekat bangsa dengan membumikan Pancasila dan sasanti Bhinneka Tunggal Ika sebagai ideologi dan prinsip berbangsa dan bernegara yg menjadi living ideologi.

Sebagai organisasi yang sudah berusia 65 tahun, GMNI telah melahirkan kader-kader yang kemudian berkiprah dalam berbagai medan pengabdian, baik di birokrasi, perguruan tinggi, kepala daerah bahkan sebagai kepala negara seperti Presiden Megawati Soekarnoputri.

Lebih lanjut ia mengatakan alumni GMNI juga berkiprah di berbagai partai politik.

“Ada yang di PDI Perjuangan seperti Bu Mega, Pak Taufiq Kiemas, di Golkar seperti Pak Theo Sambuaga, di Nasdem seperti Pak Siswono, di Demokrat ada Pakde Karwo dan lain lain” jelasnya.

Sementara itu Sekjen DPP PA GMNI Ugik Kurniadi membantah adanya berita yang menyebutkan bahwa pidato Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah mengatakan kepada pejabat yang hadir harus memberikan dukungan kepada GMNI jika ingin mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari PDI Perjuangan.

“Saya hadir dan mendengarkan seluruh isi pidato Bung Ahmad Basarah, tidak sedikitpun beliau bicara seperti itu, apalagi menyebutkan bahwa GMNI itu PDIP dan PDIP adalah GMNI” ujar Ugik.

Pembukaan Kongres GMNI ke XXI diresmikan oleh Menteri Sosial Ari Batubara. Dalam ceramahnya Ari menekankan pentingnya GMNI melakukan revitalisasi pengkaderannya yang mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah cepat.

“GMNI harus tampil lebih milenial tanpa harus meninggalkan prinsip ideologinya” tegas Ari Batubara.

 

Sumber : detik.com

Komentar Anda

komentar