Masih dalam momen Idulfitri. Kebersamaan dan silaturahmi yang terjalin dalam kesempatan ini, ternyata tetap bisa dipakai untuk menunjukkan kerukunan. Sejumlah pemuda lintas agama di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur nyatakan komitmennya untuk menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di lingkungannya.

Bahkan mereka mendeklarasikan diri dengan menuliskan beberapa poin penting sebagai bentuk komitmennya. Perihal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jombang M Ishomudin Haidar yang sekaligus juga menjadi bagian dari penyusun deklarasi tersebut.

“Kami bertekad untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai landasan negara dan bangsa Indonesia, ini poin deklarasi pertama kami,” ungkap pria yang akrab disapa Haidar ini pada Rabu (20/6).

Dikatakan oleh Haidar, sekian banyak keragaman suku, agama, atau kepercayaan yang selama ini dianut oleh masyarakat Mojowarno juga menjadi perhatian anak-anak muda lintas iman di daerah ini. Para pemuda ini dengan tegas menyatakan bahwa keragaman yang ada di Indonesia merupakan hal sudah tidak bisa dielakkan oleh bangsanya. Yang menjadi permasalahan penting adalah tinggal bagaimana merawatnya dengan baik menjadi sebuah kekuatan tersendiri.

Berkomitmen menjaga kebhinekaan dengan menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan kepercayaan masing-masing menuju terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tambahnya.

Komitmen mereka diwujudkan dalam memelihara trilogi kerukunan, yaitu kerukunan antar umat beragama, kerukunan intern umat seagama serta kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

Di samping itu, Haidar menuturkan, komitmen-komitmen tersebut akan kian kuat tatkala ada sinergisitas antar mereka dengan pemerintah setempat, terutama dalam mewujudkan masyarakat yang dapat menghargai keragaman, baik antar agama, ras maupun suku di lingkungan Mojowarno.

“Kita juga berkomitmen mendukung upaya pemerintah daerah dalam membina kehidupan umat beragama yang dilandasi iman dan takwa guna mewujudkan Mojowarno aman dan sejahtera,” pungkasnya.

Deklarasi itu sendiri dihadiri oleh berbagai unsur pemuda berbagai latar belakang agama dan budaya yang ada di Mojowarno. Momen Idulfitri dipilih sebagai bentuk semangat untuk keterbukaan, silaturahmi, bermaaf-maafan serta mendorong karya bersama.

Sumber: nu.or.id

Komentar Anda

komentar