Sudah menjadi tradisi yang panjang, toleransi adalah bagian dari wilayah Kampung Tengah, Jakarta Timur. Disana terdapat Gereja Kristen Pasundan (GKP) dan Musala Al Mukhlashiin. Bangunan Gereja dan Musala itu tepatnya berada di Gang Eka Dharma, RT 01/RW 08.

Ketua, Neng Herti menerangkan, toleransi yang ditunjukan warga RT 01 Kampung Tengah diantaranya adalah sejumlah warga Kristiani berkeliling dari rumah ke rumah saat Hari Raya Lebaran. Atau saat perayaan Hari Natal umat Islam menyambangi warga Kristen. Acara saling mengunjungi itu pun selalu dibarengi kegiatan berbagi makanan.

Seperti sekarang ini saya sudah masak, rendang, opor ayam, dikasih ke tetangga. Diantar ke rumah masing-masing. Dan besoknya mereka yang Kristiani juga ikut ke rumah tinggal salam-salaman,” ujar Neng Herti.

Sebaliknya, saat perayaan Natal atau Tahun Baru, Neng Herti mengatakan sejumlah warga Muslim mendatangi rumah pendeta untuk berkumpul bersama. Mereka berkumpul untuk merayakan malam tahun baru.

Kalau Natalan ada yang kasih kue. Malamnya pada tanggal 31 kerumah bu pendeta, kita makan bersama, bersilaturahim,” kata Neng Herti yang sudah 16 tahun menjabat sebagai ketua RT.

Sementara, Pendeta GKP Magyolin Carolina Tuasuun mengaku senang melihat kerukunan, toleransi umat beragama yang ada di gang Eka Dharma ketika awal tinggal di Kampung Tengah. Menurutnya, sikap toleransi yang sangat tinggi yang ditunjukkan oleh warga setempat.

Tidak membayangkan akan seguyub ini. Agak ragu ini sebelumnya. Di tempat penugasan sebelumnya, warganya tidak sekompak ini,” ucap Carolina. Ia menuturkan, mereka juga memiliki program untuk anak-anak yakni Komunitas Anak Sabtu Ceria yang berisi dongeng.

Di acara tersebut, dirinya bersama rekannya membacakan dongeng yang berisikan atau bercerita soal keberagamaan, perbedaan kepada anak-anak baik yang beragama Islam maupun Kristiani. Program tersebut diadakan di Aula Gereja ataupun Musala.

Sementara itu Ustadz Khairullah mengatakan toleransi umat beragama sudah menjadi tradisi turun temurun warga setempat. Bahkan orangtua Khairullah sudah berpesan untuk tetap menjaga sikap toleransi di lingkungannya.

Jaga kerukunan yang sudah lama. Saya sangat mendukung tradisi ini dan tetap harus dijaga kekompakan warga. Saya senang tinggal disini. Karena tingkat toleransinya tinggi sampai terdengar ke RT lain ataupun sampai ke kecamatan,” ungkap Khairullah.

Sumber: suara.com

Komentar Anda

komentar