Empat orang bikkhu Buddha tengah berkumpul di salah satu ruang biara. Mereka sedang melakukan meditasi dalam keheningan. Tiba-tiba bendera doa yang ada di atap biara terhembus angin yang lumayan kencang, sehingga kibarannya menimbulkan suara yang lumayan terdengar.

Bendera itu bergerak,” seru bikkhu yang paling muda memecah keheningan.

Salah, yang benar angin yang bergerak,” sanggah rekannya.

Salah, yang benar itu pikiran kita lah yang bergerak,” bantah rekannya yang satu lagi.

Bikkhu yang paling senior gusar karena para juniornya tidak lagi bermeditasi. Ia pun akhirnya berkomentar: “Kalian semua salah, yang benar mulut-mulut kalianlah yang dari tadi bergerak.

Sumber: rudyh.org

Komentar Anda

komentar