Di akhir sebuah khotbah tentang pengampunan, seorang pendeta bertanya pada umat: “Berapa banyak dari kita yang telah mengampuni musuh-musuh kita?” Ada sekitar 80% umat yang hadir mengangkat tangan atas pertanyaan itu.

Tak puas dengan hal itu, pendeta sekali lagi mengingatkan pentingnya mengampuni, kemudian ia mengulang pertanyaannya. Kali ini semua umat mengangkat tangan, kecuali seorang kakek yang duduk di baris terdepan. Pendeta pun bertanya pada orang tersebut kenapa ia tidak mau mengampuni musuhnya.

Saya tidak punya musuh, Pak Pendeta,” jawab sang kakek lugas.

Sang pendeta kaget dengan jawaban itu lalu bertanya: “Berapa umur Kakek sekarang?

Umur saya 99 tahun lebih.

Semua umat bertepuk tangan kagum mendengar jawaban itu. Tapi pendeta merasa perlu menegaskan lagi. “Sudah hampir seratus tahun, Kakek tidak pernah bermusuhan dengan orang lain?

Kakek tersebut tersebut tersenyum kecil lalu menjawab: “Kalau bermusuhan pernah Pak Pendeta, hanya saja semua musuh saya sudah pada mati.

Sumber: Jetto

Komentar Anda

komentar