Seorang pebisnis paruh baya mengalami masalah keuangan. Usahanya terancam bangkrut. Beberapa bisnisnya telah mandek dan dililit sejumlah hutang. Hampir putus asa ia pun akhirnya berdoa memohon campur tangan Tuhan. Ia merencanakan mendapat uang dari lotere judi.

Ya Tuhan, tolonglah aku. Biarkan aku yang menang lotere kali ini.

Malam harinya, ia datang ke meja lotere. Ia melihat orang lain yang menang. Si pebisnis kembali berdoa pada Tuhan.

Tuhan tolonglah, aku perlu sekali menang lotere itu. Aku sudah kehilangan sejumlah bisnis. Rumah dan mobilku terancam disita.

Malam berikutnya ia melihat lagi yang menang adalah orang lain. Si pebisnis hampir putus asa dan menangis di hadapan Tuhan.

Oh… Tuhan, apakah Engkau telah melupakan aku? Rumah dan mobilku akan disita. Anak dan istriku akan kelaparan. Aku amat jarang meminta padamu. Masakkan Engkau sampai hati membiarkan anak dan istriku yang tak bersalah itu ikut menderita?

Tiba-tiba ada cahaya kilat melintas dan si pebisnis itu mendengar suara yang berat namun mencerahkan.
Kau harus beli tiket taruhannya dulu, bodoh!

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Baca juga  Tiga Jenis Orang NU