Pada momen hari Natal, pendeta senior di satu gereja pergi untuk menghadiri acara pernikahan anaknya di luar negeri. Ia mengambil cuti selama satu minggu, sehingga yang menyampaikan kotbah malam Natal adalah pendeta muda di gerejanya.

Setelah kembali dari luar negeri, sang pendeta senior bertanya kepada beberapa anggota jemaat, “Bagaimana khotbah pada malam Natal kemarin?

Bagaimana ya, Pak. Khotbah pendeta muda itu amat membosankan. Tidak ada nilai-nilainya,” ujar salah seorang jemaat dan disetujui oleh rekan-rekannya.

Saat bertemu dengan pendeta muda, ia menanyakan hal yang sama kepadanya. Si pendeta muda menjawab, “Cukup baik acaranya. Namun saya tidak sempat mempersiapkan khotbah sendiri karena sibuk mempersiapkan acara Natalnya. Tapi, saya beruntung menemukan salah satu naskah khotbah Bapak. Saya menggunakannya untuk khotbah malam Natal itu.

Sumber: sabda.org

Komentar Anda

komentar